Jaringan Distribusi Listrik di Sumatera Terganggu
Kamis, 13 Sep 2007 14:31 WIB
Jakarta - Akibat gempa, praktis jaringan distribusi listrik di Pulau Sumatera mengalami gangguan. Beberapa daerah di Sumatera masih mengalami pemadaman, khususnya yang dekat dengan pusat lokasi gempa untuk menghindari tsunami.Demikian disampaikan Humas PLN Ario Subijoko dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (13/9/2007). Untuk sistem listrik di Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sempat mengalami black out beberapa saat setelah gempa kemarin malam.Gangguan diawali dengan matinya PLTGU GT 12 Belawan, dan diikuti unit lain di pembangkit listrik yang sekomplek dengan PLTGU GT 12 Belawan. Namun sistem kelistrikan Sumut dan NAD secara berangsur-angsur dipulihkan mulai Rabu 12 September 2007 pukul 19.00 WIB.Hingga pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB, beban sistem Sumut dan NAD yang dapat dipulihkan baru 540 MW dari beban total sebelum gangguan mencapai sebesar 826 MW.Hal ini terjadi karena beberapa pembangkit belum dapat beroperasi penuh, dan pembangkit GT 22 Belawan masih belum beroperasi sehingga pelanggan industri belum dapat dilayani dan pelanggan umum masih padam dengan beban listrik 215 MW. Untuk sistem listrik Sumatera Bagian Selatan dan Tengah, yang meliputi Lampung, Sumsel, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat dan Riau, gempa telah mengakibatkan sebagian sistem mengalami gangguan kerusakan dan pemadaman.Pasokan listrik untuk konsumen di Bengkulu dan Sumbar masih padam. Yang padam di sebagian wilayah Padang dan Painan karena kerusakan jaringan distribusi dan trafo distribusi.PLTD Muko-muko 5,8 MW tanki bahan bakarnya roboh dan beberapa jaringan distribusi rusak, sehingga listrik padam di wilayah Bengkulu Utara, Muko-muko, Argomakmur, Kabupaten Takiang dan Lahat.Guna menjaga kemungkinan tsunami, jaringan listrik menuju pantai dekat dengan lokasi pusat gempa dipadamkan sisanya segera dipulihkan.Untuk sistem listrik Sumatera Bagian Barat, sebagian kota Padang mengalami pemadaman listrik. Di kota Padang ada gangguan pada 4 feeder, dan 4 trafo distibrusi dimana 2 trafo distribusi diantaranya roboh.Pemadaman total dirasakan masyarakat di daerah pesisir selatan Kabupaten Paninan. Hal ini terjadi karena jaringan distribusi rusak, dengan 6 tower listrik roboh. Sementara di Painan 1 trafo distribusi juga roboh.
(ddn/qom)











































