Organisasi Tim Anti Korupsi Bank Dunia Perlu Dikaji

Organisasi Tim Anti Korupsi Bank Dunia Perlu Dikaji

- detikFinance
Kamis, 13 Sep 2007 15:15 WIB
Jakarta - Bank Dunia kini tengah mereview kinerja satgas anti korupsi yang disebut Institutional Integrity Department (INT). Panel berisi orang-orang top pun dibuat untuk memberikan rekomendasi bagi Bank Dunia.Salah satu rekomendasi dari panel yang dipmipin oleh mantan orang nomor satu di Bank Sentral AS, The Fed, Paul A. Volcker adalah soal organisasi dari INT itu sendiri.INT harusnya dipimpin oleh seorang yang minimal selevel dengan wakil presiden Bank Dunia.Soalnya Direktur INT saat ini Suzanne Rich Folsom, 'hanyalah' seorang penasihat bagi Presiden Bank Dunia.Seperti dikutip dari situs resmi Bank Dunia, Kamis (13/9/2007), salah satu rekomendasi panel Volcker adalah peran Folsom sebagai penasihat seharusnya didrop, hal ini perlu untuk mempertegas fungsi dan independensi INT.Panel itu meminta dewan direktur eksekutif Bank Dunia harus membantu INT dalam memberantas korupsi di bank pembangunan itu. Dewan penasihat eksternal juga perlu melindungi independensi dan memperkuat akuntabilitas INT.Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick menyatakan rasa terima kasihnya kepada panel Volcker yang mengkaji kinerja dari INT itu."Laporan dari panel Volcker menunjukkan adanya tantangan serius di masa depan dalam mengatasi kanker korupsi dalam operasi Bank Dunia dan menawarkan rekomendasi yang baik. Sekarang kembali ke kita untuk menyelesaikan persoalan ini," ujar Zoellick.Panel Volcker dibentuk pada tahun ini oleh Bank Dunia, selain Volcker, panel itu juga diduduki oleh pengusaha Kolombia Gustavo Gaviria, aktifis anti korupsi Kenya John Githongo, mantan Penasihat Umum General Electric Ben Heineman, praktisi hukum Belgia Walter Van Gerven dan Gubernur Bermuda Sir John Vereker yang juga mantan sekretaris Departemen Pengembangan Internasional Inggris. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads