Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (pempus) hingga akhir 2025 mencapai Rp 2.602,3 triliun. Angka ini mencapai sekitar 96,3% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp 2.701,4 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, belanja kementerian dan lembaga (K/L) meningkat signifikan menjadi Rp 1.500,4 triliun dari Rp 1.160,1 triliun di APBN. Hal ini terjadi karena belanja tambahan dan pergeseran anggaran di K/L.
"Belanja pemerintah pusatnya, awal APBN-nya adalah Rp 2.701,4 triliun dan realisasi sementara 30 Desember adalah Rp 2.602,3 triliun. Kalau kita lihat belanja kementerian/lembaga itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ungkap Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suahasil menjelaskan, pergeseran anggaran terjadi akibat penyesuaian agenda prioritas K/L. Hal ini termasuk anggaran belanja di luar K/L masuk belanja lembaga terkait.
"Kalau belanja non K/L itu bergeser menjadi belanja K/L karena di belanja non K/L biasanya ada cadangan-cadangan. Kalau seperti bencana itu cadangan. Nah kalau terjadi bencana maka dia pindah menjadi belanja kementerian/lembaga," ungkapnya.
Kemudian transfer daerah sebanyak Rp 849 triliun hingga 30 Desember 2025. Angka ini mencakup 92,3% dari target awal APBN 2025 sebesar Rp 919,9 triliun.
"Transfer ke daerah di realisasi sementara itu adalah Rp 849 triliun," imbuhnya.
Lihat juga Video: Tok! Paripurna DPR Setujui RAPBN 2026, Belanja Negara Rp 3.842,7 T











































