Airlangga Bertemu Tim Negosiator AS di Jakarta, Ini yang Dibahas

Airlangga Bertemu Tim Negosiator AS di Jakarta, Ini yang Dibahas

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 08 Jan 2026 18:30 WIB
Airlangga Bertemu Tim Negosiator AS di Jakarta, Ini yang Dibahas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku baru bertemu perwakilan tim negosiasi Amerika Serikat (AS) di kantornya, Jakarta Pusat. Dia bilang dalam pertemuan itu tim dari AS banyak membahas upaya penyeimbangan neraca dagang komoditas pertanian.

Pertemuan ini dilakukan untuk menyelesaikan beberapa isu penting jelang langkah terakhir penyusunan perjanjian dagang antara Indonesia dan AS.

"Tadi under secretary-nya baru saja ketemu di kantor khususnya negosiator mengenai agriculture, secara keseluruhan isu-isu sudah terselesaikan. Kita bahas masalah volume impor dan lain-lain. Kita kan sekarang ini untuk agriculture kan positif terhadap AS," ujar Airlangga ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga mengatakan tim yang mewakili pemerintah akan berangkat ke Washington hari Senin mendatang untuk melakukan proses legal drafting perjanjian dagang. Setelahnya tim akan memutuskan jadwal pertemuan akhir untuk meneken perjanjian dagang yang diwakili langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

ADVERTISEMENT

"Hari Senin tim akan berangkat ke Washington. Dijadwalkan untuk legal drafting dalam waktu 5-7 hari, sesudah itu kita tentukan kapan sekiranya di Amerika berproses kapan presiden Prabowo ke Amerika," ujar Airlangga.

Airlangga menegaskan berbagai konflik ketegangan yang terjadi di AS, termasuk panasnya hubungan negeri Paman Sam dengan Venezuela tidak akan menjadi masalah yang menghambat proses negosiasi. Target negosiasi kelar bulan ini masih akan terus dikejar.

"Itu kan geopolitik. Berbeda. Itu wilayah backyard Amerika dan itu sudah menjadi persoalan sejak nasionalisasi Hugo Chavez, persoalannya panjang hanya saja setahun ke belakang eskalasi terjadi. Tapi tak berkaitan dengan kepentingan Asean, karena Asean juga menjadi kepentingan, karena berada di regional Asia Pasifik juga," papar Airlangga.

(hal/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads