Manajemen Airbus Direshuffle

Manajemen Airbus Direshuffle

- detikFinance
Jumat, 14 Sep 2007 08:35 WIB
Jakarta - Manajemen Airbus direshuffle. Strukturnya manajemen baru lebih sederhana dan diharapkan bisa semakin mempercepat proses pengambilan keputusan. "Keputusan hari ini mengakhiri proses reshuffle tim Komite Eksekutif Airbus. Struktur manajemen baru yang lebih sederhana ini menunjukkan alur kepemimpinan yang jelas dan mendukung akuntabilitas perusahaan," ujar Presiden dan CEO Airbus Tom Enders dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (14/9/2007).Komite Eksekutif (EC) Airbus yang baru ini beranggotakan 9 orang, atau berkurang 3 orang dari susunan sebelumnya. Susukan baru manajemen Airbus itu adalah:Presiden dan CEO: Tom EndersChief Operating Officer: Fabrice BreigerChief Financial Officer: Hans-Peter RingCOO Customer: John LeahyExecutive Vice President Programmes: Tom WilliamsExecutive Vice President Engineering: Patrick GavinExecutive Vice President Operations: Gerald WeberExecutive Vice President Human Resources: Thierry BarilExecutive Vice President Procurement: Klaus Richter. Fabrice Breiger, yang menjadi orang kedua di Airbus akan melanjutkan tanggung jawab operasional Power8, program perubahan dan restrtukturisasi perusahaan. Tanggung jawab lainnya adalah temasuk juga EC Operation, Engineering dan Procurement dan program pengembangan A350."Top manajemen baru ini mencerminkan ---baik dalam struktur maupun kompetensi--, tantangan dan prooritas yang harus kita hadapi di masa yang akan datang. Bersama dengan tim ini, saya akan terus membangun Airbus yang baru, yang telah dimulai Louis Gallois," tegas Enders.Mengenai adanya posisi baru yakni EVP Strategy dan Futures Programmes, menurut Enders menunjukkan bahwa lini ini memberi porsi yang sangat penting bagi perkembangan bisnis dalam jangka panjang dan teknologi di masa yang akan datang. Airbus kini tengah berjuang merebut kembali kejayaannya, terutama atas rivalnya Boeing. Kinerja Airbus sempat terombang-ambing menyusul tertunda-tundanya pengiriman pesawat superjumbo Airbus A380. Harga saham Airbus pun sempat anjlok akibat masalah itu. Namun masalah Airbus A380 sudah selesai, dan Singapore Airlines akan menjadi maskapai pertama yang akan mendapat pesawat tersebut. Penerbangan perdana secara komersial dari Airbus A380 milia SIA diharapkan berlangsung pada 25 Oktober mendatang. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads