Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) resmi terbentuk sebagai asosiasi baru industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). AMDATARA siap mendorong kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan sektor air minum dalam kemasan.
Kehadiran AMDATARA diharapkan menjadi katalisator sinergi pelaku industri dengan pemerintah di tengah ekspansi dan tantangan industri AMDK ke depan.
Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo menegaskan AMDATARA hadir sebagai wadah resmi yang menyatukan pelaku industri guna menghadapi tantangan bersama dan menciptakan masa depan lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai Ketua Umum, saya yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026).
AMDATARA, tambahnya, menjadi rumah bagi industri AMDK yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, dengan komitmen membangun kolaborasi kuat, memastikan kepatuhan regulasi, serta mendorong inovasi demi menjaga mutu produk dan memberi kontribusi positif bagi lingkungan serta masyarakat.
Ke depan, AMDATARA akan menjadi platform kolaborasi antar anggota, sekaligus wadah advokasi kebijakan dengan pemerintah. Organisasi ini menitikberatkan pada edukasi hidrasi sehat, pengelolaan air dan sampah kemasan, penerapan standar SNI, serta penguatan investasi.
Selain itu, AMDATARA berkomitmen mendukung transformasi industri menuju era 4.0 dengan penerapan teknologi ramah lingkungan. Sinergi lintas sektor pun akan diperkuat demi menjaga keberlanjutan industri sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
AMDATARA didukung puluhan perwakilan anggota dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan dari Sumatra Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara serta beberapa daerah lain di Indonesia.
Kementerian Perindustrian menyambut positif pembentukan AMDATARA. Direktur Industri Minuman, Merrijantij Punguan Pintaria, berharap organisasi ini berperan strategis menyinergikan pelaku industri AMDK dengan kebijakan pemerintah.
"Saya berharap melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
Ia menekankan industri AMDK memiliki efek ganda yang luas, mendorong pertumbuhan sektor lain seperti transportasi, ritel, dan berbagai industri pendukung.
"Karenanya, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pelaku usaha industri AMDK yang telah ikut berperan serta mengembangkan sektor industri minuman," ucapnya.
Industri AMDK Indonesia tumbuh pesat dengan nilai pasar puluhan triliun rupiah dan rata-rata pertumbuhan 5-8 persen per tahun. Dari satu pabrik berkapasitas 6 juta liter pada 1973, kini berkembang menjadi 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek dan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun.
Sektor ini menyerap hingga 46.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi pada ekspor makanan dan minuman, dengan tingkat utilisasi di atas 70 persen selama lima tahun terakhir.
Didorong oleh pertambahan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan kesadaran kesehatan masyarakat, AMDK menjadi solusi utama untuk hidrasi aman dan higienis, terutama di segmen air mineral, air mineral alami, dan air demineral sesuai regulasi BPOM.
Industri AMDK ke depan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penerapan SNI wajib, persepsi publik mengenai pengelolaan sumber daya air, hingga regulasi migrasi BPA pada kemasan.
Selain itu, terdapat hambatan berupa ketidaksinkronan aturan pusat dan daerah, kewajiban pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) yang inklusif, pajak air, serta persaingan pasar yang semakin ketat.
Di sisi lain, industri ini juga dituntut untuk beradaptasi dengan tren baru, seperti penerapan ekonomi sirkular, digitalisasi proses bisnis, serta pemenuhan sertifikasi halal, demi menjaga keberlanjutan dan daya saing di era modern.
Simak juga Video 'BPOM Memastikan Kebenaran Keterangan Air Pegunungan pada Produk AMDK':
(ega/ega)










































