30.000 Ha Tambak Ikan Rusak Imbas Banjir di Aceh

30.000 Ha Tambak Ikan Rusak Imbas Banjir di Aceh

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 09 Jan 2026 14:27 WIB
30.000 Ha Tambak Ikan Rusak Imbas Banjir di Aceh
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30.000 hektare (ha) tambak budi daya perikanan rusak imbas banjir besar yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. Akibatnya, lebih dari 30.000 pembudidaya mengalami kerugian.

"Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026),

Kerusakan tambak tersebut bervariasi, mulai ringan hingga sangat berat. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahtyu Trenggono merinci, tambak yang rusak imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak dengan luasan lebih dari 10.000 ha disusul Kabupaten Bireun 4,9 ribu ha dan Aceh Tamiang 3,4 ribu ha. Tambak-tambak rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas yang dikembangkan seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300-an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat," ujar Trenggono.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pembudidaya yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat akan mendapatkan rehabilitasi mulai tahun depan. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu memastikan proses perbaikan ini tidak akan membebankan pembudidaya.

Haeru mengatakan pihaknya masih mendata jumlah pembudidaya yang terdampak. Data ini dikumpulkan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta kerja sama dengan dinas setempat.

"Contoh, dengan Kepala Dinas Aceh, saya sudah komunikasi. Kemudian dengan Kepala Dinas Sumbar, saya juga sudah komunikasi. Bahkan dia sudah bersurat juga kepada kami, memetakan, mengusulkan ini yang perlu didukung oleh pemerintah pusat," kata Haeru di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Simak juga Video '11,43% Lahan Padi di Sumatera Berpotensi Gagal Panen Buntut Bencana':

(rea/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads