Bulog Operasi Stabilisasi Beras di 9 Daerah Merah

Bulog Operasi Stabilisasi Beras di 9 Daerah Merah

- detikFinance
Jumat, 14 Sep 2007 13:27 WIB
Jakarta - Perum Bulog melakukan operasi stabilisasi harga beras di 9 daerah yang mengalami kenaikan tertinggi atau daerah merah sejak 1 September 2007. 9 Daerah merah itu adalah Medan, Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Balikpapan, Manado, Ternate, Ambon, Jayapura. Dirut Bulog Mustafa Abubakar menjelaskan, sejauh ini Jayapura menjadi daerah dengan lonjakan harga beras tertinggi. Sementara DKI menjadi daerah dengan harga beras termurah."Yang tertinggi Jayapura, bukan berarti harganya sudah di atas batas toleransi. Distribusi harga memang variatif. Yang paling murah di DKI," katanya usai rakor di Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (14/9/2007).Untuk program stabilisasi harga beras ini, diperlukan sekitar 500.000 ton beras sampai Januari 2008.Mustafa menyatakan kebutuhan itu bisa ditutupi dari impor yang sedang berjalan dan pengadaan dalam negeri.Untuk pengadaan dalam negeri, kini Bulog tidak hanya membeli dengan Harga Pokok Pembelian (HPP), tapi juga pembelian komersial. Sejauh ini, pengadaan dalam negeri mencapai 1,65 juta ton. Atau sekitar 92 persen dari target 1,8 juta ton. "Yang 8 persen tidak perlu masuk standar HPP, kita bisa beli dengan harga pasar dan dijualnya dengan harga pasar asal Bulog tidak rugi," katanya. Mustafa juga menyatakan bahwa rata-rata lonjakan harga beras saat ini masih rendah, di bawah 10 persen. Bahkan untuk beras jenis menegah ada yang harganya turun. "Berat jenis premium sedikit naik. Maka kita gelontorkan yang premium karena kita boleh beli premium. Impor pun juga kita perkuat dengan premium," katanya. Mustafa menjelaskan, kenaikan harga beras yang ditoleransi paling tinggi 15 persen. "Kalau ada kenaikan 10-15 persen, kita akan gelontorkan. Daerah yang diberi kewenangan berjenjang," katanya. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads