Garuda Ingin Restrukturisasi Utang ECA Tuntas Akhir 2007
Jumat, 14 Sep 2007 14:57 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia menargetkan bisa menuntaskan program restrukturisasi utang ke Export Credit Agency (ECA) akhir tahun ini."Target kita akhir tahun selesai, arahan dari menteri semuanya tuntas semua kreditor," kata Dirut garuda, Emirsyah Satar usai rakor Garuda di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (14/9/2007).Emir menjelaskan saat ini proses negosiasi terus berjalan. "Rencanaya dalam akhir bulan ini, kita sudah ajukan proposal, kita rencana akhir bulan ketemu," kata Emir.Emir optimistis negosiasi yang berjalan ini hasilnya bisa positif. "Paling tidak kalau masih ada tahap negosiasi berarti masih ada ujungnya," ujar Emir.Garuda memiliki utang ECA lebih kurang US$ 500 juta. Kreditor ECA telah memberi keringanan kepada maskapai penerbangan nasional itu untuk tidak bayar utang pokok selama dua bulan pada Juni 2007. ECA adalah kreditor yang ada di Eropa antara lain dari Jerman, Inggris dan Prancis. Mengenai rencana pembelian Airbus, Emir mengaku belum ada keputusan. "Airbus usulkan dia tawarkan kita pesawat, kita lihat kalau menguntungkan Garuda kita ambil, kalau tidak yah enggak. Mereka menawarkan 20 pesawat belum ada nilai," jelas Emir.Sementara Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, negosiasi lanjutan akan dilakukan dan belum sampai pada kesimpulan akhir. "Jadi negosiasi lanjutan akan dilakukan, mereka telah melakukan negosiasi dengan Airbus, sebagaimana juga menyelesaikan masalah dengan ECA," kata Sofyan.Sofyan menolak jika proses negosiasi Garuda dengan ECA dikatakan lambat tapi karena negosiasi pada Juli lalu dilakukan di waktu yang kurang tepat. "Karena disana masih summer, kan kita datang Juli abis ketemu pas musim summer. September baru masuk, rencana ketemu pertengahan bulan ini, tapi karena ada permasalahan teknis diundur lagi pada minggu ketiga bulan September," jelas Sofyan. Semua opsi akan diajukan dalam rangka restrukturisasi itu termasuk hair cut "Namanya juga restrukturisasi, restrukrisasi kan macam-macam," katanya.
(ir/qom)











































