Pungli Bebani Pengusaha Rp 3 T
Jumat, 14 Sep 2007 15:54 WIB
Jakarta - Pungutan liar (Pungli) menambah beban ekspor pengusaha sedikitnya Rp 3 triliun per tahun. Biaya tak resmi ini turut berperan dalam timbulnya biaya ekonomi tinggi yang menurunkan daya kompetisi perekonomian Indonesia.Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM Mudrajad Kuncoro disela-sela diskusi Pemberdayaan Sektor Riil Untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Peningkatan Peran Pemerintah Daerah di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/9/2007)."Grease money atau uang pelicin yang mencapai Rp 3 triliun per tahun justru menimbulkan high cost economy," ujarnya.Angka tersebut merupakan hasil survei di Jabodetabek, Bandung, Jepara-Kudus, Surabaya dan Bali tahun 2004 dengan asumsi rata-rata jumlah ekspor Indonesia per tahun mencapai 10 juta kontainer.Besarnya pungli juga dikontribusi maraknya praktek suap untuk memuluskan usaha. Menurutnya pejabat Bupati atau Walikota, Bappeda dan DPRD merupakan pihak yang paling banyak menerima suap."Yang menerima suap juga lebih banyak diluar Jawa daripada di Jawa," tambahnya.
(ard/qom)











































