Pasar Modern Tambah Pasokan Sirup Hingga 300%
Sabtu, 15 Sep 2007 12:51 WIB
Jakarta - Dibanding makanan dan minuman lain yang dijual pasar modern, pengusaha paling banyak menyetok persediaan minuman sirup. Minuman satu ini memang paling banyak dibeli saat puasa dan lebaran.Kenaikan pasokan sirup untuk lebaran kali ini mencapai 300 persen. Lebih tinggi dibanding biskuit 50 persen dan mie instan 30 persen."Pasokan makanan dan minuman di pasar modern naik karena pabrik akan tutup H-7 dan 7 hari sesudah lebaran. Kalau pabrik tutup kan tidak bisa kirim barang," kata Ketua Umum Asosiasi Pemasok Pasar Modern Indonesia Susanto.Hal itu dikatakan Susanto dalam diskusi Radio Trijaya bertajuk 'kenaikan harga sembako wajar atau tidak', di gedung Bimantara, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Sabtu (15/9/2007).Diakui Susanto, lebaran merupakan puncak penjualan para pedagang yang biasanya meraup kenaikan pendapatan rata-rata 15 persen."Semua pengusaha pasar modern pasti berduyun-duyun mensuplai pasar modern karena ini peak seasons, saat panen sudah tiba. Persoalannya apakah daya beli itu mampu menyerap barang-barang ini kita lihat nanti," katanya.Susanto menjelaskan memang ada gejala kenaikan harga 5-10 persen menjelang lebaran."Kenaikan ini wajar karena biaya tol, gas dan air naik, dolar juga naik dari 9.030 ke 9.400. Jadi memang kenaikan ini wajar," katanya.Untuk pasokan barang di pasar modern, Susanto memastikan akan lancar dan tidak ada kebijakan menahan barang."Kalau di pasar modern barang tidak mungkin ditahan karena kalau ditahan musimnya sudah lewat gak bisa dijual lagi," ucap Susanto.
(ir/ir)











































