Pengusaha Cemaskan Tingginya Harga Minyak Dunia

Pengusaha Cemaskan Tingginya Harga Minyak Dunia

- detikFinance
Sabtu, 15 Sep 2007 14:07 WIB
Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) mencemaskan tingginya harga minyak dunia yang sempat menyentuh US$ 80 per barel.Kenaikan harga minyak dunia biasanya akan membuat harga minyak untuk industri yang dijual Pertamina segera menyesuaikan."Hari ini minyak dunia mencapai US$ 80 per barel dan saya perkirakan 1 Oktober 2007 BBM industri Pertamina naik lagi," kata Ketua Umum Gapmmi Thomas Darmawan.Hal itu diungkapkan Thomas dalam diskusi bertajuk 'kenaikan harga sembako wajar atau tidak', di gedung Bimantara, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Sabtu (15/9/2007).Menurut Thomas, dari semua kenaikan harga seperti tol, elpiji dan bahan baku, peningkatan harga BBM paling besar pengaruhnya terhadap biaya produksi."Karena BBM industri tiap bulan naik tapi konsumen tidak tahu, kalau sebenarnya Pertamina menaikkan BBM industri," katanya.Mengenai tren kenaikan harga makanan dan minuman menjelang lebaran, menurut Thomas kenaikan tersebut bukan dilakukan industri melainkan para pedagang."Sebenarnya pedagang yang menaikkan harga bahan," tukas Thomas.Karena sebenarnya kalau kalangan industri memakai kesempatan lebaran ini untuk menjual barang sebanyak-banyaknya. Ini karena pelaku industri sudah terlanjur meningkatkan produksinya dari Juli sampai Agustus mulai 20-25 persen. "Harapan kita daya beli masyarakat membaik dengan adanya THR. Kalau daya beli masyarakat tidak baik maka industri akan mengalami kesulitan. Kalau makanan harus terjual karena kalau tidak expired (kadaluarsa). Jadi industri tidak akan menaikkan harga kecuali ada pemicunya yaitu kenaikan harga bahan baku dan lain-lain," jelas Thomas.Sebenarnya dalam UU No 7 tahun 1996 dan PP 68 tahun 2004 ada pengaturan tentang pangan. Jadi lanjut Thomas, bisa diatur kalau ada kenaikan harga yang tidak wajar dan pemerintah bisa intervensi. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads