PLN Jamin Listrik Aman Selama Puasa dan Lebaran
Minggu, 16 Sep 2007 11:39 WIB
Jakarta - Selama bulan puasa dan Lebaran, PLN menjamin pasokan listrik di sistem Jawa-Bali akan aman. Jadi, tidak perlu takut byar pet saat sedang santap sahur ataupun saat merayakan Idul Fitri. Bahkan pada saat Lebaran itulah, kondisi pemakaian listrik terendah dalam setiap tahunnya.Demikian disampaikan GM Penyaluran dan Pengatur Beban Jawa Bali PLN Muldjo Adji ketika dihubungi detikFinance, Minggu (16/9/2007)."Selama puasa dan Lebaran sistem Jawa-Bali tetap aman dan bisa melayani kebutuhan konsumen. Justru saat Lebaran adalah kondisi pemakaian listrik terendah dalam setiap tahunnya," katanya.Pemakaian listrik yang rendah ini disebabkan banyak kantor, toko ataupun pabrik yang tidak beroperasi karena libur. Selama ini kantor, toko dan pabrik di Jakarta dan sekitarnya merupakan salah satu pengguna listrik terbesar dari sistem Jawa Bali.Sedangkan selama bulan puasa, menurut Muldjo, terjadi penambahan waktu pemakaian listrik. Jika sebelumnya beban puncak hanya terjadi pada pukul 17.00-22.00, maka pada saat puasa waktu pemakaian listrik bertambah pada 03.00-05.00 WIB. "Pemakian selama puasa memang ada perubahan pola pemakaian listrik terutama di pagi hari antara pukul 03.00-05.00 WIB dan malam 18.00-20.00," katanya.Besok SiagaSementara itu, dari situs resmi Penyaluran dan Pengatur Beban Jawa-Bali, pasokan listrik di sistem Jawa Bali dinyatakan dalam kondisi siaga pada Senin 17 September. Ini terlihat dari kemampuan pembangkit di Jawa Bali memasok listrik adalah 15.950 MW. Sementara kebutuhan listrik pada beban puncak mencapai 15.500 MW. Sehingga cadangan operasi sistem hanya sebesar 450 MW.
(lih/nrl)











































