Greenspan: Anggaran Militer AS Tidak Realistis
Minggu, 16 Sep 2007 13:45 WIB
Washington - Pemotongan pajak dan alokasi anggaran untuk sektor militer AS pada tahun 2000 dinilai tak realistis. Mantan Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan menyatakan pemotongan pajak serta alokasi dana sebesar itu untuk sektor militer tidak sejalan dengan defisit anggaran yang terjadi pada 2002.Untuk itu, Greenspan mendesak Presiden AS George W Bush untuk segera menindak tegas tagihan-tagihan liar yang ternyata tidak berguna di sektor militer AS.Bagi Greenspan, Bush kurang berani menindak tagihan-tagihan liar itu, padahal dengan menindaknya, Bush bisa meminimalisir kebencian terhadap kepemimpinan para politisi Partai Republik."Dalam pikiran saya, pendekatan 'Kolaborasi-Jangan-Berhadapan'-nya Bush adalah kesalahan utama, ini membuat negara harus melakukan mekanisme check and balance yang mendalam di sektor keuangan," katanya seperti yang dilansir IndiaTimes, Minggu (16/9/2007).Menolak Minta MaafSementara itu, juru bicara Gedung Putih Tony Fratto menyatakan bahwa pemotongan pajak dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi AS setelah resesi 2001. Ia bahkan menolak minta maaf jika pengalokasian dana untuk sektor dinilai berlebihan."Karena Kongres bekerja dengan kami, penggunaan veto jadi tidak biasa. Kami tidak akan minta maaf karena meningkatkan pengeluaran untuk melindungi keamanan nasional kita," kata Fratto.Namun Greenspan menyatakan regulator dari Partai Republik sebenarnya telah menaburkan benih-benih kekalahan mereka di 2006 dengan tidak mempedulikan masalah keuangan negara."Mereka mengalihkan banyak hal mendasar demi kekuasaan, meski akhirnya mereka tidak mendapat apa-apa. Mereka pantas untuk kalah," tambahnya.
(lih/nrl)











































