Anggaran ESDM 2008 Turun 13%
Senin, 17 Sep 2007 10:45 WIB
Jakarta - Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan anggaran untuk 2008 sebesar Rp 5,5 triliun. Kebutuhan ini turun 13,49% dari tahun 2007 yang sebesar Rp 6,5 triliun. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskannya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di gedung MPR DPR, Jakarta, Senin (17/9/2007). "Jumlah itu sudah termasuk anggaran untuk BPH Migas yang sebesar Rp 387 miliar," katanya. Sedangkan jika tanpa anggaran BPH Migas alokasi dananya Rp 5,2 triliun, atau turun 19,5% dari tahun 2007. Anggaran BPH Migas mulai tahun depan memang masuk anggaran departemen. Sebelumnya anggaran itu dikumpulkan dari iuran KKKS-KKKS yang beroperasi di Indonesia. Lebih lanjut Purnomo merinci anggaran sejumlah Rp 5,2 triliun itu rencananya didapat dari anggaran rupiah murni Rp 4,2 triliun, PHLN (penerimaan hibah luar negeri) Rp 152 miliar, dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) Rp 820 miliar. Dari total anggarannya, Departemen ESDM menyiapkan belanja modal sebesar Rp 3,9 triliun atau sekitar 61%. "Ini lebih besar dari alokasi belanja modal nasional yang sebesar 29,6%" lanjutnya. Selain itu, Purnomo juga menjelaskan, penyerapan anggaran Departemen ESDM hingga bulan ketujuh tahun ini (Agustus 2007) baru mencapai 37%. "Karena beberapa kegiatan masih dalam pelaksanaan. Tapi realisasi sampai akhir tahun bisa sesuai target," katanya.
(lih/ir)











































