Indonesia dan Cina Perbaiki Hubungan Dagang
Senin, 17 Sep 2007 14:55 WIB
Jakarta - Setelah digoyang isu keamanan pangan antar perdagangan antar dua negara, pemerintah Indonesia dan Cina terus memperbaiki hubungan. Kedua negara berharap target peningkatan perdagangan antara kedua negara menjadi US$ 20 miliar pada 2008 dan 30 miliar pada 2010 bisa tercapai.Demikian diungkapkan Menteri Perdagangan usai penandatangan MoU bantuan Cina US$ 400 ribu untuk meningkatkan fasilitas di depdag, di gedung depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (17/9/2007).Mari menambahkan, Indonesia memperoleh pinjaman lunak (soft loan) dari Cina untuk investasi di berbagai sektor antara lain sektor energi dan infrastruktur termasuk listrik (pembangunan 10.000 MW Coal-Fired Power Plants), jalan tol dan jembatan (Suramadu), pembangunan dam (Jatigede), juga penawaran kredit murah untuk pembelian pesawat (MA60), serta bantuan untuk penanggulangan wabah flu burung.Total nilai perdagangan Indonesia - Cina tahun 2006 sebesar US$ 14,98 miliar, naik 19,79 persen dibandingkan tahun 2005. Untuk periode Januari - Mei 2007 sebesar US$ 6,94 miliar atau naik 27,69 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006.Demikian juga ekspor Indonesia ke Cina tahun 2006 sebesar US$ 8,34 miliar, naik 26,08 persen dibandingkan nilai perdagangan periode yang sama tahun 2005. Untuk ekspor periode Januari-Mei 2007 sebesar US$ 3,71 miliar naik 21,62% dibandingkan periode yang sama tahun 2006.Sementara impor dari RRT juga mengalami peningkatan yang cukup pesat, di tahun 2006 mencapai US$ 6,64 miliar naik 13,59% dibandingkan impor tahun 2005. Untuk periode Januari - Mei 2007 nilai impor telah mencapai US$ 3,24 miliar atau meningkat sekitar 35,44 persen dari periode yang sama tahun 2006.Sementara itu pemerintah Cina melalui dubes Cina untuk Indonesia Lan Lijun memberikan hibah komputer dan printer senilai US$ 400 ribu kepada Departemen Perdagangan."Pemberian hibah komputer sebanyak 250 unit dan printer sebanyak 50 unit serta sejumlah notebook, sejumlah perangkatserupa juga di distribusikan kepada Bappenas dan Deplu," kata Mari.Mari menjelaskan bantuan dari Cina merupakan bagian dari kemitraan yang dijalankan oleh kedua negara. Indonesia dan Cina telah menandatangani strategic partnership pada 2005.Kedutaan besar Cina juga berencana memberikan bantuan senilai US$ 5,32 miliar untuk kerjasama ekonomi dan teknikal diantara kedua negara.
(arn/ir)











































