Harga Minyak Tembus Lagi US$ 81
Selasa, 18 Sep 2007 08:28 WIB
Singapura - Harga minyak mentah dunia yang sempat surut pada perdagangan kemarin, kembali melonjak menciptakan rekor terbarunya.Pada perdagangan Selasa (18/9/2007) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober melonjak hingga 47 sen menjadi US$ 81,04 per barel.Harga tersebut berarti kembali memecahkan rekor tertinggi yang diciptakan pada Senin malam di New York, saat harga melonjak 1,47 dolar menjadi US$ 80,57 per barel. Padahal pada perdagangan Senin (17/9/2007) di Singapura, harga minyak sudah surut hingga level US$ 78 per barel.Namun saat perdagangan di New York buka, harga minyak mentah dunia kembali melonjak. Kenaikan harga hingga menembus kembali level US$ 80 per barel itu dipicu munculnya kekhawatiran tentang ketatnya cadangan suplai.Harga minyak pada pekan lalu sudah menembus US$ 80, menyusul keluarnya data dari Departemen Energi AS yang menyatakan bahwa cadangan minyak AS turun hingga 7,1 juta barel atau 3 kali lebih rendah dari ekspektasi.Sementara penutupan sejumlah fasilitas minyak menyusul badai Humberto, yang sudah turun kekuatannya makin memunculkan kekhawatiran para pialang. Centre for Global Energy Studies dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP menyatakan, kecuali OPEC mengucurkan suplai minyak yang cukup si paras pada harga yang menarik pembeli, maka dunia akan terus kekurangan minyak. Harga pun akan terus meningkat dalam jangka pendek. Analis dari Goldman Sachs menyatakan, harga minyak kemungkinan akan menembus level US$ 85 per barel hingga akhir tahun. Padahal semula Goldman Sachs hanya memperkirakan harga minyak pada level US$ 72 per barel hingga akhir tahun."Terdapat pula risiko kenaikan harga minyak hingga US$ 90 per barel," demikian analis dari Goldman Sachs.
(qom/qom)











































