Harga Minyak US$ 81 Tidak Kiamat

Menperin:

Harga Minyak US$ 81 Tidak Kiamat

- detikFinance
Selasa, 18 Sep 2007 13:25 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta industri untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kenaikan harga minyak yang kini menyentuh US$ 81 per barel.Setiap dolar kenaikan harga minyak selalu diikuti dengan penyesuaian baik itu ongkos produksi maupun harga.Hal tersebut disampaikan Menperin Fahmi Idris usai rakor percepatan investasi dan pengembangan ekspor di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (17/9/2007)."Selalu setiap kenaikan akan terbentuk ekuilibrium baru. Pasti terkena dampak. Harus diingat sebelum US$ 81, pernah US$ 10, pernah US$ 5. Jadi kenaikan ini akan diikuti oleh berbagai penyesuaian. Penyesuaian lengkap, ongkos produksi, harga dan sebagainya, jadi jangan dikawatirkan. Ini tidak kiamat. Memang akan terjadi kenaikan," ujarnya.Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia pada hari ini kembali melonjak menembus level US$ 81 per barel. Lonjakan harga dipicu oleh melonjaknya permintaan yang diikuti dengan penurunan suplai. Padahal OPEC sudah menambah produksi hingga 500 ribu barel per hari. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads