Operator Diminta Serahkan Proposal Tol Palimanan-Cikampek

Operator Diminta Serahkan Proposal Tol Palimanan-Cikampek

- detikFinance
Selasa, 18 Sep 2007 17:22 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menalangi dana pembebasan lahan tol Palimanan-Cikampek. Namun sebelum dananya mengucur, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pemegang konsesi jalan tol tersebut harus segera menyerahkan proposal paling lambat Oktober.Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT LMS Sandiaga S. Uno usai menemui Wapres Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (18/9/2007).Menurut Sandiaga, kedatangannya ke kantor Wapres karena diminta untuk segera menyerahkan proposal dana talangan oleh pemerintah. "Ada masalah-masalah untuk pembebasan tanah, sehingga pemerintah yang mengambil alih. Mudah-mudahan bisa lebih tertib, sehingga masalah lahan bisa disolusikan pemerintah," jelas Sandiaga.Rencananya, dana talangan itu akan dicicil oleh PT LMS setiap kali sesi jalan tol Palimanan-Cikampek diselesaikan. PT LMS mendapatkan konsesi tol Palimanan Cikampek sepanjang 116 km. Satu sesi terdiri dari 30 km."Jadi uang ganti rugi akan dibayar ke pemerintah setelah lahan diselesaikan," jelasnya.Total dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan ini diperkirakan menghabiskan sekitar Rp 500 miliar. Sementara konstruksinya membutuhkan dana sekitar Rp 6,5-7 triliun.PT LMS telah mendapatkan pendanaan untuk jalan tol tersebut dari konsorsium yang dipimpin Bank Mandiri dan BCA. Anggota konsorsium adalah BNI, BRI, Bank Panin, Bank Jabar, Bukopin, Bank Jatim, BII dan Bank DKI.PT LMS dan PLUS Expressway mendapatkan konsesi untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol selama 35 tahun. PT LMS menguasai 45%, sementara 55% adalah milik operator jalan tol Malaysia itu. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads