Mentan Tolak Penurunan BM Jagung

Mentan Tolak Penurunan BM Jagung

- detikFinance
Rabu, 19 Sep 2007 09:23 WIB
Jakarta - Rencana tim tarif untuk menurunkan bea masuk jagung yang saat ini sebesar 5 persen ditolak Menteri Pertanian Anton Apriantono. Alasan tim tarif untuk menurunkan bea masuk jagung agar harga pakan ternak turun disangsikan.Anton menilai tidak ada jaminan dari produsen pakan ternak untuk menurunkan harga jualnya meskipun bea masuk jagung sudah diturunkan. Padahal seharusnya dengan keadaan harga jagung dunia yang naik, jagung lokal lebih besar diserap produsen pakan ternak ketimbang impor."Biarkanlah petani jagung menikmati, supaya petani semangat dan kondusif untuk menanam jagung. Kalau keuntungan tanam jagung lebih kecil daripada tanam padi tidak ada yang mau menanam jagung," ungkap Anton disela-sela buka puasa bersama di kediamannya Jalan Widya Candra, Jakarta, Selasa (18/9/2007).Anton menilai alasan naiknya harga pakan ternak karena adanya bea masuk jagung hanya alasan produsen pakan ternak untuk mencari untung karena bea masuk 5 persen tidak signifikan menaikkan harga."Akan dibahas untung dan ruginya pastinya ada pro dan kontra mengenai rencana ini. Dari pandangan kami jelas tidak setuju," tegas Anton.Anton menjelaskan sebenarnya tanpa impor pun produksi jagung dalam negeri sudah sanggup memenuhi permintaan para produsen pakan ternak, hanya tingkat kemauan para produsen pakan ternak yang belum berminat bermitra dengan petani jagung lokal."Kalau produksi kurang kenapa Gorontalo dan NTB bisa ekspor, selain itu harga jual dalam negeri lebih murah hanya sekitar RP 2.000 sampai Rp 2.500 per kilogram sedangkan harga jagung impor ditambah bea masuk Rp 2.800 per kilogram," ujarnya."Andai produsen itu mau bermitra dengan petani lokal, pemerintah akan membantu. Harus ada kemitraan antara petani dan produsen pakan itu kuncinya," pungkas Anton. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads