Deptan Cek Kualitas MBM dan Daging di Kanada dan AS
Rabu, 19 Sep 2007 10:00 WIB
Jakarta - Departemen pertanian menerjunkan tim khusus ke AS dan Kanada untuk meneliti kualitas impor daging dan Meat and Bone Meal (MBM) dari Kanada dan Amerika Serikat.Hal ini dilakukan karena Indonesia berencana mengimpor daging dan MBM dari dua negara itu yang dikhawatirkan masih ada masalah kesehatan hewan. Impor daging tersebut mendesak dilakukan karena diharapkan bisa menurunkan harga daging sapi yang saat ini Rp 50 ribu per kilogram. Demikian dikatakan Menteri Pertanian Anton Apriantono disela-sela buka puasa bersama di kediamannya Jalan Widya Candra, Jakarta, Selasa (18/9/2007)."Selama ini kita tergantung impor dari Australia dan Selandia Baru. Untuk itu tim diberangkatkan ke Kanada dan Amerika Serikat," ujar Anton.Menurut Anton dua negara tersebut dipilih menjadi tujuan impor setelah statusnya naik menjadi Controlled Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila.Anton menambahkan impor daging sapi dari AS dan Kanada hanya akan dilakukan dari zona atau wilayah yang memang sudah benar-benar aman dari penyakit ternak."Pembukaan impor daging sapi dari negara lain dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan harga daging sapi, terutama pada saat hari raya keagamaan seperti saat ini," jelasnya.
(arn/ir)











































