Pedagang Daging Jabodetabek Mulai Mogok Jualan, Ini Alasannya

Pedagang Daging Jabodetabek Mulai Mogok Jualan, Ini Alasannya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 22 Jan 2026 06:30 WIB
Pedagang ayam melayani pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/4/2024).   Sejumlah harga komoditas bahan pokok di Bogor mulai naik menjelang hari raya Idul Fitri, seperti cabai merah yang awalnya Rp30.000 perkilogram kini Rp38.000, bawang merah Rp28.000 perkilogram menjadi Rp42.000, daging ayam Rp35.000 perkilogram menjadi Rp40.000 serta daging sapi Rp150.000 menjadi Rp180.000. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Jakarta -

Pedagang daging sapi Jabodetabek mulai mogok dagang hari ini, Kamis (22/1). Aksi mogok dagang ini akan dilakukan hingga Sabtu (24/1).

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama menyampaikan aksi ini dilakukan karena masih tingginya harga sapi timbang hidup di feedloter. Begitu pula harga karkas dari RPH yang juga turut naik.

"Melalui surat ini maka kami memberitahukan bahwa seluruh anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan," ujar Wahyu dalam surat yang diterima detikcom, Rabu (21/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Wahyu menilai daya beli masyarakat menurun. Selain itu, pihaknya telah rapat bersama dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan. Namun nyatanya, Wahyu menilai hal tersebut tidak terealisasi.

Karena hal itu, Wahyu menyebut harga daging sapi menjadi tinggi sehingga pedagang serta masyarakat jadi terdampak. Aksi mogok ini dilakukan di seluruh pasar dan rumah potong hewan (RPH) di Jabodetabek.

ADVERTISEMENT

"Dalam rangka menjaga eksistensi dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam APDI sebagai organisasi dipandang perlu untuk melakukan tindakan," terang Wahyu.

Dia berharap Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman segera mengambil langkah konkrit untuk menstabilkan harga demi keberlangsungan UMKM di hilirisasi dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia Asnawi mengatakan aksi ini menjadi merupakan bentuk protes karena pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) tidak memberikan solusi dalam dua pekan terakhir.

"Di karena tidak ada solusi yang bisa diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian dalam 2 pekan terakhir ini, maka muncul kesepakatan tetap melakukan aksi demo tidak berdagang selama 3 hari terhitung hari Kamis sampai hari Sabtu," ujar Asnawi kepada detikcom.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads