Tambal Sulam Ala PT Pos
Rabu, 19 Sep 2007 12:05 WIB
Jakarta - PT Pos Indonesia berharap menangguk laba Rp 27 miliar tahun ini untuk memuluskan rencana IPO. Sayangnya, lini-lini usaha PT Pos ternyata masih banyak yang bolong. BUMN ini pun menerapkan prinsip tambal sulam.Dirut PT Pos Indonesia, Hana Suryana menjelaskan, dari 3.600 kantor pos diseluruh Indonesia, sebanyak 2.300 belum mandiri. Dari jumlah tersebut, ada yang pendapatannya hanya Rp 1-2 juta per bulan. Padahal biaya operasionalnya mencapai Rp 20 juta per bulan. "Solusinya, saat ini kita melakukan subsidi silang. Kantor-kantor yang berada di perkotaan serta usaha kita yang lain digunakan untuk menutup itu. Yang penting satu neraca. Tapi sekarang pembukuannya sudah dibuat agak terpisah agar bisa mengetahui berapa kontribusi yang kita berikan kepada negara," jelas Hana.Ia menyampaikan hal itu disela-sela peluncuran ZIS online di kantor PT Pos pusat, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jakarta, Rabu (19/9/2007).Hana mengakui bahwa PT Pos yang melayani komunikasi surat menyurat dan lalu lintas uang mengalami banyak hambatan. Misalnya ada teknologi seperti SMS yang membuat orang lebih baik mengirim SMS daripada mengirim surat. Selain itu, lanjut Hana, kehadiran ATM dimana-mana membuat orang memilih ATM ketimbang transaksi via kantor pos. Hambatan lain adalah munculnya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman barang. "Namun kita akan terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan. Kita akan melayani lebih baik dengan human touch, daripada ngantre berlama-lama di ATM lebih baik ke PT Pos," katanya.PT Pos juga melayani bisnis online dan IT. PT Pos juga berpengalaman membagikan Subsidi Langsung Tunai (SLT) kepada 19,5 juta penduduk Indonesia.
(qom/ir)











































