Prabowo Mau Bangun RS Internasional di Setiap Kampus, Bisa Hemat Rp 101 T

Prabowo Mau Bangun RS Internasional di Setiap Kampus, Bisa Hemat Rp 101 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 22 Jan 2026 14:04 WIB
Prabowo Mau Bangun RS Internasional di Setiap Kampus, Bisa Hemat Rp 101 T
Presiden Prabowo Subianto/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti pengeluaran besar masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri. Menurutnya, Indonesia bisa menghemat devisa US$ 6 miliar atau Rp 101 triliun (Rp 16.890) bila ongkos berobat ke luar negeri warga Indonesia bisa dikurangi.

Penghematan itu bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional, salah satunya dengan rencana pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Rencana pembangunan rumah sakit pendidikan di setiap kampus ini dipaparkan Prabowo dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1).

"Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu (membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus) mungkin kita bisa menghemat US$ 6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini," ujar Prabowo dalam paparannya di forum itu, dikutip dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi. Prabowo menegaskan bahwa universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," kata Prabowo.

ADVERTISEMENT

Pemerintah optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga universitas-universitas baru tersebut akan mulai menerima mahasiswa pada 2028.

Dia juga menyatakan, Indonesia saat ini kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Prabowo mencatat secara nasional masih ada kekurangan 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.

Prabowo juga menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra. Dia meyakini kerja sama ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Lihat juga Video 'Prabowo Bakal Sampaikan 'Prabowonomics' di Forum Ekonomi Dunia':

(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads