DPR Pastikan Subsidi Listrik 2008 Rp 29,783 Triliun
Kamis, 20 Sep 2007 14:07 WIB
Jakarta - Panitia Anggaran DPR RI memastikan subsidi listrik dalam APBN 2008 meningkat sebesar Rp 1,946 triliun dari yang diajukan pemerintah sebelumnya dalam Nota Keuangan RAPBN 2008 sebesar Rp 27,837 triliun.Hal tersebut disampaikan Anggota Panitia Anggaran DPR Ramson Siagian ketika dihubungi detikFinance, Kamis (20/9/2007).Sebelumnya, Menteri ESDM dan Dirut PLN Eddie Widiono mengeluhkan rendahnya subsidi listrik 2008 yang hanya Rp Rp 26,67 triliun. Menteri ESDM dan PLN menolak dengan tegas subsidi yang ditetapkan panitia anggaran karena jauh lebih rendah dari yang diharapkan.Menurut Ramson, dalam APBN 2008, subsidi Listrik Rp 29,783 triliun terdiri dari subsidi tahun berjalan Rp 26,668 triliun, kekurangan subsidi tahun sebelumnya Rp 2,475 triliun dan kekurangan subsidi hasil audit final BPK Rp 1, 871 triliun tahun buku 2005. Sehingga total subsidi mencapai Rp 31,014 triliun.Namun sebagian subsidi juga akan dialirkan sebagian atau di-carry over ke tahun 2009 sebesar Rp 1, 231 triliun."Sehingga net subsidi listrik di APBN 2008 sebesar Rp 29,783 triliun meningkat sebesar Rp 1,946 triliun dari yg diajukan Pemerintah sebesar Rp 27, 837 triliun. Jadi ya Rp 29, 7 triliun itulah subsidi listrik di APBN 2008 bukan Rp 26, 6 triliun itu," ujarnya.Sementara untuk subsidi BBM dan elpiji memang mengalami penurunan dibanding yang diusulkan pemerintah.Untuk subsidi BBM termasuk elpiji dianggarkan sebsar Rp 45,807 triliun yang terdiri dari Rp 42, 085 triliun subsidi BBM dan Rp 3,721 triliun untuk elpiji sebagai konversi setara 2,013 juta KL minyak tanah.Fraksi PDI Perjuangan meminta agar pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji tidak merugikan rakyat kecil."Jangan sampai dalam proses pelaksanaannya malah menimbulkan kelangkaan minyak tanah sehingga menambah kesulitan rakyat kecil, karena anggaran belanja negara juga untuk melindungi kepentingan Rakyat kecil," ujarnya.
(ddn/qom)











































