Subsidi Listrik 2008 Dikurangi, PLN Kelimpungan

Subsidi Listrik 2008 Dikurangi, PLN Kelimpungan

- detikFinance
Kamis, 20 Sep 2007 17:45 WIB
Jakarta - Gara-gara subsidi listrik dipangkas, PLN kelimpungan. PLN juga mengancam akan lebih sering melakukan pemadaman karena harus menghemat BBM. Hal itu disampaikan Dirut PLN Eddie Widiono dalam rapat kerja dengan Komisi VII, di gedung MPR DPR, Jakarta, Kamis (20/9/2007). Dalam rapat ini ia menjelaskan berbagai risiko akibat tidak tercukupinya subsidi listrik. Awalnya, PLN menganggarkan bisa mendapat subsidi listrik sebesar Rp 38,21 triliun dengan marjin usaha 5%. Namun dalam rapat kerja dengan Komisi VII semalam, juga tercantum dalam nota keuangan, subsidi listrik 2008 menjadi Rp 27,84 triliun. "Dengan angka itu, kami katakan tidak akan cukup. Tapi kami akan terus melihat perkembangan parameter selama semester satu," katanya. Dengan subsidi yang didapat lebih rendah dari perkiraan, maka PLN harus untuk menekan kualitas kinerjanya. Pertama, PLN harus menekan pertumbuhan penjualan listrik pada 2008. Artinya, PLN harus mengirit-ngirit pelayanan penyambungan baru. Padahal, pertumbuhan ekonomi yang sedang digenjot pemerintah sangat membutuhkan pertumbuhan listrik juga. "Kami pasti akan dimarahin masyarakat karena menghalangi perekonomian," katanya. Selain itu, PLN juga harus menghemat penggunaan BBM. Ini menyebabkan cadangan panas akan mengecil sehingga risiko ketidakhandalan meningkat. "Ini mengakibatkan kualitas layanan harus turun. Karena harus hemat BBM. Ini menimbulkan risiko pemadaman naik,"jelasnya. Lalu, ada potensi terjadi over capacity pada 2009 ketika pembangkit 10 ribu MW sudah selesai. Karena pertumbuhan listrik ditekan, maka penyerapan listrik di masyarakat juga rendah. Jaminan suplai BBM juga berisiko karena dipaksa mencari BBM murah. Kalau Pertamina tidak menyanggupi, maka harus tender. Pemasok hasil tender inilah yang belum terjamin kemampuan supllynya. "Kalau Pertamina kan nggak kita bayar juga ngasih," katanya. Selain itu, pelayanan secara umum PLN pun dipastikan akan menurun. Pemberantasan daerah krisis listrik dipastikan terhambat. Lebih jauh lagi, PLN menyatakan, jika tahun depan PLN sekali lagi rugi, maka target Visi 75/100 yang terus didengung-dengungkan dipastikan gagal tercapai. "Sekali lagi rugi, target Visi 75/100 akan bergeser. Dan bagaimana kami harus jelaskan ke masyarakat," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads