Menanti Puncak Harga Emas

Menanti Puncak Harga Emas

- detikFinance
Jumat, 21 Sep 2007 10:10 WIB
Jakarta - Meskipun harga emas menembus US 738,60 per ounce yang merupakan rekor tertinggi dalam 27 tahun terakhir, untuk kali ini tidak membuat pemilik emas berlomba-lomba melakukan aksi menjual kembali barangnya.Hal ini disebabkan para konsumen pemilik emas masih bersikap wait and see menunggu puncak tertinggi harga emas di bulan ini yang diperkirakan bakal tembus US$ 750 per ounce akibat tidak pastinya pasar valas.Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) Leo Hadi Loe dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, (21/9/2007)."Terus melemahnya dolar AS karena kredit subprime menjadi pemicu utama orang melakukan hedging, mencari investasi yang lebih aman. Larinya ke emas sehingga harga komoditas ini terus menyesuaikan harga," ungkap Leo.Leo menjelaskan, makin melemahnya dolar AS justru semakin menguatkan harga emas. Selain itu terus melonjaknya harga minyak dunia juga ikut mengerek harga emas, karena harga emas sensitif sekali terhadap pergerakan harga minyak."Di dalam negeri dampaknya harga emas terus naik dari Rp 200 ribu," ungkapnya.Dengan harga emas yang tinggi saat ini, konsumen yang membeli dengan motif mengkoleksi justru menahan pembeliannya."Kondisi di pasar emas dalam negeri dengan harga yang meroket ini membuat pembeli juga banyak yang menahan pembeliannya. Untungnya karena ini menjelang hari raya lebaran masih banyak yang membeli untuk digunakannya saat hari raya," ujarnya.Leo menduga harga kebutuhan pokok yang terus bergejolak di bulan puasa, membuat pembelian emas menjelang hari raya lebaran kali ini agak turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (arn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads