Pinterest Umumkan PHK Massal!

Pinterest Umumkan PHK Massal!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 28 Jan 2026 09:00 WIB
Pinterest Umumkan PHK Massal!
Foto: SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images
Jakarta -

Pinterest mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap kurang dari 15% dari total karyawannya. Perusahaan juga akan mengurangi penggunaan ruang kantor, seiring dengan perluasan adopsi kecerdasan buatan.

Dalam dokumen yang disampaikan ke otoritas pasar modal, Pinterest menyebutkan pemangkasan tersebut ditargetkan selesai pada akhir kuartal ketiga atau pada akhir September. Saham Pinterest ditutup turun lebih dari 9% setelah pengumuman tersebut.

Perusahaan media sosial tersebut mengatakan sedang mengalokasikan ulang sumber daya ke tim yang berfokus pada AI, serta memprioritaskan pengembangan produk dan kemampuan berbasis AI. Pinterest juga menyatakan tengah menata ulang strategi penjualan dan pemasarannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari CNBC, Rabu (28/1/2026), Pinterest memperkirakan akan mencatat biaya restrukturisasi sebelum pajak sekitar US$ 35 juta hingga US$ 45 juta. Berdasarkan laporan terakhir, Pinterest memiliki lebih dari 4.500 karyawan secara global per April tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Pinterest selama ini berupaya menyuntikkan teknologi AI ke seluruh platformnya untuk menampilkan konten yang lebih personal dan relevan bagi pengguna. Pada Oktober tahun lalu, perusahaan meluncurkan alat belanja bernama Pinterest Assistant.

Di saat yang sama, Pinterest juga meluncurkan berbagai alat iklan yang lebih otomatis bagi para pemasar, di tengah meningkatnya persaingan dari TikTok serta Facebook dan Instagram milik Meta.

Pinterest bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan perampingan sambil berinvestasi di AI. Menurut firma konsultan Challenger, Gray & Christmas, AI disebut sebagai alasan di balik hampir 55.000 pemutusan hubungan kerja di Amerika Serikat sepanjang tahun lalu.

Namun, sejumlah pakar mempertanyakan apakah AI benar-benar menjadi penyebab utama pemangkasan tenaga kerja tersebut. Mereka menilai beberapa perusahaan kemungkinan melakukan 'AI-washing', yakni menjadikan AI sebagai alasan untuk menutupi langkah efisiensi biaya atau masalah lain dalam bisnis mereka.

Simak juga Video 'Data Kemnaker: 88.519 Orang Di-PHK Sepanjang 2025':

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads