Produksi Karet RI Tumbuh 5%
Jumat, 21 Sep 2007 14:23 WIB
Jakarta - Produksi karet Indonesia diprediksi akan naik tipis tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun 2006 pertumbuhan produksi mencapai 13% menjadi 2,6 juta ton, maka tahun ini diprediksi hanya naik 5% menjadi 2,7 juta ton. Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Suharto Honggokusumo menjelaskan, terhambatnya pertumbuhan dikarenakan cuaca yang tidak terduga serta musim gugur daun. "Karena masa gugur daun hanya mengenai daerah selatan khatulistiwa saja, jadi masih bisa tumbuh tipis," katanya. Ia menyampaikannya disela-sela pertemuan asosiasi dengan Menteri Perindustrian di gedung Departemen Perindustrian, Jakarta, Jumat (21/9/2007). Cuaca yang tidak terduga adalah El nino dan La Nino, yang melanda sebagian basis produksi karet Indonesia. Sedangkan musim gugur daun kali ini akan berlangsung selama 3 bulan mulai Agustus hingga Oktober. Sedangkan masa puncak produksi karet biasanya terjadi pada Mei, Juni, dan Juli. Dalam paparannya, Suharto menjelaskan pada 2006 ekspor karet dan produk karet menempati posisi keempat terbesar sebagai penghasil devisa untuk sektor non migas. Nilainya mencapai US$ 5,54 miliar dimana 67,4% atau US$ 4,32 miliar adalah ekspor karet dan sisanya produk karet.
(lih/qom)











































