Spekulan Hanya 'Main' Minah dan Minyak Goreng
Sabtu, 22 Sep 2007 10:36 WIB
Jakarta - Berdasarkan laporan yang masuk ke pemerintah, tidak ada spekulan yang bermain di komoditas beras, gula dan terigu menjelang hari raya lebaran. Para spekulan hanya berani bermain di minyak tanah dan minyak goreng.Penegasan itu disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris kepada wartawan di kediamannya, Jalan Widya Candra, Jakarta, Jumat (21/9/2007) malam. "Komoditas yang menimbulkan sensitifitas seperti beras, gula, minyak goreng, terigu, minyak tanah dan premium dilaporkan oleh asosiasi dan Pertamina stoknya cukup tidak ada masalah. Kalau ada yang nakal coba spekulasi pasti di minyak tanah dan minyak goreng, kalau premium tidak berani," urainya.Fahmi menambahkan, potensi spekulan di produk makanan olahan juga ada kemungkian terjadi. Namun itu hanya untuk beberapa makanan olahan yang bahan bakunya mengalami kenaikan harga karena ada kekhawatiran harga produk tersebut terus melambung.Untuk stok minyak goreng, lanjut Fahmi, saat ini di pulau Jawa saja sebesar 200 ribu ton yang sesuai dengan kebutuhan. Sementara stok beras lebih dari cukup apalagi dengan terus terus datangnya beras impor. Sedangkan stok terigu cukup untuk konsumsi 3 bulan."Masyarakat berbelanja di bulan puasa dan hari raya pasti lebih dari biasanya kondisi ini menyebabkan peningkatan permintaan, tapi yang suplainya terbatas hanya di palawija dan cabai itu alami. Sedangkan stok komoditas lain cukup," pungkas Fahmi.
(arn/qom)











































