Transformasi digital saat ini terus terjadi di Indonesia. Transformasi ini telah bergeser dari sekadar adopsi cloud dasar menuju integrasi Actionable AI dan Location Intelligence.
Termasuk teknologi geospasial mampu menekan biaya operasional logistik hingga dua digit dan meningkatkan akurasi target pasar bagi industri ritel dan perbankan.
Banyak perusahaan terjebak dalam euforia AI tanpa hasil yang terukur. Terralogiq menjawab tantangan ini dengan menggabungkan kekuatan Google Cloud AI dengan Location Intelligence. Kombinasi ini memungkinkan enterprise di sektor logistik, ritel, hingga energi untuk tidak hanya melihat "apa" yang terjadi, tetapi "di mana" dan "bagaimana" mengoptimalkannya secara real-time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, tapi siapa yang paling relevan menerapkannya dalam konteks lokal," ujar Thomas Hendy, CEO Terralogiq dalam siaran pers ditulis Minggu (1/2/2026).
Dia menyebut fokus perusahaan adalah mengubah data lokasi yang masif menjadi efisiensi operasional yang berdampak langsung pada bottom line perusahaan.
Hendy menjelaskan dominasi Terralogiq di ekosistem Google dipertegas dengan statusnya sebagai satu-satunya mitra di Indonesia yang memegang spesialisasi ganda:
* Google Maps Mobility Solutions: Fokus pada optimasi pergerakan armada dan efisiensi rute di tengah kompleksitas geografis Indonesia.
* Google Maps Platform Analytics Partner: Mentransformasi data titik koordinat menjadi wawasan bisnis (insight) untuk ekspansi pasar dan analisis perilaku konsumen.
Dengan portofolio yang mencakup ratusan enterprise, Terralogiq telah membuktikan bahwa
Terralogiq memandang Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi digital baru di Asia. Melalui penguatan kapabilitas lokal yang setara dengan standar global, Terralogiq berkomitmen membantu perusahaan nasional memimpin di kancah regional.











































