RI Batal Minta Penalti Beras Rusak ke Thailand

RI Batal Minta Penalti Beras Rusak ke Thailand

- detikFinance
Senin, 24 Sep 2007 15:56 WIB
Jakarta - Karena ingin menjaga kesinambungan pasokan impor beras dari Thailand, Indonesia mengurungkan pengajuan penalti ke pemerintah Thailand. Sebelumnya sekitar 64.000 ton beras asal Thailand itu rusak atau tidak sesuai kontrak."Ini lebih ke masalah kesinambungan. Kalau kita ada masalah bisa-bisa Thailand tidak mau masuk ke Indonesia," ujar Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Abdul Waries Patiwiri di Gedung Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (24/9/2007).Pemerintah Indonesia dalam hal ini Bulog, kembali mendatangkan beras dari Thailand sebanyak 43.000 ton. Dengan demikian sejak bulan September hingga akhir Oktober 2007 dengan kontrak baru ini Perum Bulog telah meneken kontrak dengan Thailand sebanyak 200.000 ton."Kita mendapat harga yang murah US$ 309 per metrik ton harga fob (freight on board)," ujarnya.Sebelumnya Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan beras impor yang dikirim dari Thailand ternyata tidak sesuai spesifikasi pesanan Indonesia. Perum Bulog pun mengirimkan surat protes dan mengajukan penalti ke pemerintah Thailand.Protes dilayangkan kepada pemerintah Thailand mengingat pengadaan beras impor ini dilakukan melalui mekanisme government to government alias g to g. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads