Pebisnis AS Gemari Mutumanikam

Laporan dari New York

Pebisnis AS Gemari Mutumanikam

- detikFinance
Selasa, 25 Sep 2007 08:43 WIB
Pebisnis AS Gemari Mutumanikam
New York - Mutumanikam Indonesia tak hanya jago kandang. Saat dipamerkan di AS, mutumanikan RI mendapat antusiasme yang tinggi dari kaum sosialita AS.Pameran Mutumanikam Nusantara dibuka oleh Ibu Ani Bambang Yudhoyono, pada Selasa (25/09/2007) di Konsulat Jendral RI di 5 East 68th Street New York. Pameran satu hari ini diselenggarakan hasil duet KJRI New York dan KBRI Washington DC. Sejak berdirinya sebagai Organisasi Non-Profit, Desember 2006, Mutumanikam Nusantara terus aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran perhiasan di ajang internasional. Seperti di Jepang International Jewelry Tokyo dan Osaka (Januari 2007), Switzerland-The Baswl World Exhibition (April 2007) dan pameran tunggal di London (April 2007). Di Amerika Serikat, Mutumanikam menyelenggarakan pameran di dua lokasi, Los Angeles (20 Sept 2006) dan New York, hari ini. Selain pameran, Mutumanikam menyelenggarakan Bussiness Forum antar para pengusaha di Amerika Serikat (B2B) serta mengundang para peminat perhiasan dari berbagai kalangan.Tampak hadir di deretan tamu undangan di ruang Pancasila KJRI, 5 East 68th Street, New York City ini, istri Duta Besar Checkoslovakia Mrs. Jaroslava Kubisova. Sementara istri dari Sekjen PBB Ban Ki-Moon, yang juga hadir, karena terbatasnya waktu, meninggalkan pameran sebelum acara dimulai.Para tamu tersebut terlihat tampak antusias dengan produk-produk Mutumanikam dan beberapa di antaranya terjual hanya beberapa saat setelah pameran di buka. Salah satu pebisnis yang berbelanja pagi ini adalah Mr. Sameer Halimeh dan Ms Rola Mahsouz, pemilik perusahaan Diamond 2000 di 5th Avenue, kawasan belanja elit dan paling bergengsi di New York. Produk yang ditampilkan antara lain cincin, gelang, kalung dan bros. Design yang beragam dan variasi dari emas, platinum dan perak dengan aneka batu mulia (germs). Dari Jewelry Information Centre, New York, kebanyakan kaum sosialita melihat perhiasan untuk keperluan koleksi, yang merupakan perempuan mapan berusia 30 tahun ke atas. Sementara sebagian lagi melihat perhiasan sebagai fashion. Dari survei 5 kegemaran utama masyarakat Amerika diketahui bahwa jewelry menempati posisi ketiga. Dari data yang ada, penjualan online jewelry meningkat 32% dalam kuartal kedua tahun 2007, dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang lalu."Masyarakat cenderung memilih perhiasan yang memiliki karakter seperti Southwestern Colors (tan, clay, orange, brown), Cool Water Colors (green, blues, silver dan white), warm red, ink-like colors accented with gold. Sedangkan untuk aksesories dan produknya, masyarakat menggemari perak dan emas", demikian ungkap Meinarti Fauzie, Vice Consul, KJRI kepada wartawan detikcom di Amerika Serikat, Endang Isnaini Saptorini.Ny. Herawatie Wirajuda selaku Ketua Harian yayasan Mutumanikan Nusantara dalam sambutannya mengatakan bahwa pameran ini ditujukan pada pemasaran produk yang berkualitas tinggi untuk mengangkat harkat hidup para pengrajin, "Terutama pascatsunami dan bencana alam lain, yang praktis membuat masyarakat ini kehilangan mata pencaharian," imbuh Herawatie.Pameran ini berlangsung hanya sehari di KJRI New York (24/09), dan diperuntukkan bagi kalangan terbatas, yang terdiri dari para pebisnis di Amerika Serikat, American-Indonesia Chamber of Commerce, perbankan, tour & travel, serta undangan diplomatik seperti Malaysia, Slovak, UK dan Uzbekistan (eis/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads