Jangan Remehkan Krisis Subprime!
Selasa, 25 Sep 2007 09:40 WIB
Washington - IMF menilai krisis subprime mortgage tak boleh diremehkan begitu saja. Meski tidak berdampak signifikan pada perekonomian dunia, namun proses penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup lama.Demikian dikatakan IMF dalam 'Global Financial Stability Report' seperti dikutip detikFinance, Selasa (25/9/2007).IMF menyatakan, sejak dirilisnya 'Global Financial Stability Report' (GFSR) pada April 2007, dijelaskan bahwa stabilitas pasar finansial telah menjalani ujian penting dalam waktu yang lama.Kredit dan risiko pasar terus meningkat dan pasar semakin rentan. Pasar mulai mengendus memburuknya disiplin kredit, terutama di nonprime mortgage AS dan leveraged loan markets.Masalah tersebut memicu turunnya beberapa aset yang berisiko, sehingga menyebabkan melebarnya kredit dengan kelas aset yang lebih berisiko dan lebih rentannya pasar obligasi dan saham.Ketiadaan harga dan pasar sekunder untuk beberapa produk kredit struktural dan kecemasan tentang lokasi dan ukuran potensi kerugian telah menyebabkan gangguan pada beberapa pasar uang dan kesulitan pendanaan untuk beberapa institusi finansial.Hal itu telah menyebabkan sejumlah Bank Sentral harus menginjeksi dana guna memfasilitasi tetap berfungsinya pasar."Konsekuensi dari masalah tersebut seharusnya tidak diremehkan dan proses penyesuiannya kemungkinan butuh waktu lama. Kondisi kredit kemungkinan tidak akan normal secara cepat dan beberapa aturan yang sudah dikembangkan untuk pasar kredit struktural harus segera diubah," demikian bunyi laporan tersebut.Namun menurut laporan tersebut, pada saat yang bersamaan perekonomian global nmemasuki periode yang bergejolak dengan pertumbuhan yang solid, terutama di negara-negara emerging market. "Sejauh ini, meski koreksi signifikan di pasar finansial terus berlanjut, namun pertumbuhan ekonomi dunia terus menguat meski beberapa pelemahan kemungkinan akan terjadi," demikian laporan IMF.
(qom/ir)











































