PLN Tanggung Beban Bunga ke Pertamina Rp, 7,6 Triliun
Selasa, 25 Sep 2007 10:09 WIB
Jakarta - Tingginya jumlah utang Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke Pertamina sebesar Rp 16 triliun membuat beban bunga yang harus dibayar perusahaan setrum itu membludak hingga Rp 7,668 triliun.PLN akan mencicil utang beserta bunganya ke Pertamina dalam 8 tahun kedepan.Cicilan PLN itu mencakup hutang PLN yang pada posisi 30 April 2007 sebesar Rp 16 triliun, yang rencananya dibayar mulai 2008 hingga 2015. Sementara cicilan bunga yang sebesar Rp 7,668 triliun rencananya mulai dibayarkan tahun ini. Hal itu terungkap dalam bahan tertulis rapat kerja panitia anggaran dan pemerintah di gedung MPR DPR, Jakarta, Senin malam (23/9/2007). Sementara untuk perhitungan bunga pinjaman menggunakan patokan SBI 2007 sebesar 8,25%. Dan akan turun 0,25% setiap dua tahun. Bunga berdasarkan SBI itu belum termasuk bunga tambahan (SBI+sekian) yang masih dibicarakan. Untuk tahun 2007, PLN direncanakan mulai membayar cicilan bunga Rp 382 miliar. Sedangkan tahun 2008 hingga 2011 PLN mulai membayar cicilan utangnya sebesar Rp 1 triliun per tahunnya. Dan pada 2012 hingga 2015 PLN rencananya membayar cicilan utangnya sebesar Rp 3 triliun per tahunnya. Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan Djalil menyatakan, PLN akan membayar utangnya itu dengan menerbitkan obligasi untuk Pertamina. Hal itu ditegaskan Dirut Pertamina Ari Soemarno yang menyatakan pembayaran utang melalui obligasi itu akan dilakukan bertahap. Diharapkan akhir tahun 2007 ini, sudah ada kesepakatan diantara keduanya dalam menyelesaikan masalah utang tersebut. Selain utang yang dihitung diatas, itu baru perhitungan hingga 30 April 2007. Sementara untuk tahun berjalan ini, Ari menyatakan utang PLN telah bertambah sekitar Rp 7 triliun lagi. Asumsi pelunasan utang PLN ke Pertamina itu pun tidak mempertimbangkan utang-utang PLN yang akan datang. Jadi, kalau PLN utang lagi, maka pelunasannya juga akan berubah.
(lih/ir)











































