Prabowo & Trump Jadi Teken Perjanjian Dagang? Ini Kata Menlu

Prabowo & Trump Jadi Teken Perjanjian Dagang? Ini Kata Menlu

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 03 Feb 2026 20:36 WIB
Prabowo & Trump Jadi Teken Perjanjian Dagang? Ini Kata Menlu
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.Foto: EVAN VUCCI/POOL/AFP VIA GETTY IMAGES
Jakarta -

Hasil negosiasi tarif Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) masih menunggu penandatanganan dokumen oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyebut saat ini masih menunggu kepastian waktu dari pihak AS.

"Belum. Belum ada lagi. Masih menunggu jadwal dari sana. Yang untuk tanda tangan itu kan? Belum," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai lokasi pertemuan, Sugiono menyebut kemungkinan besar akan berlangsung di Negeri Paman Sam. Namun, ia belum bisa memastikan apakah pertemuan bakal digelar di ibu kota atau di kota lain.

"Di Amerika. Enggak tahu nanti di Washington DC apa di Mar-a-Lago," jelas Sugiono.

ADVERTISEMENT

Selain agenda penandatanganan kesepakatan tarif perdagangan, Sugiono menjelaskan pertemuan tersebut juga akan menjadi ajang update situasi global terkini. Salah satu poin penting yang akan dibahas adalah implementasi terkait Board of Peace.

"Penandatanganan terhadap kesepakatan tarif dan pastinya nanti juga update situasi terkini, juga nanti akan kaitannya dengan Board of Peace ini pelaksanaan dan juga kan implementasinya ini kan masih terus dikaji, digodog," jelas Sugiono.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan proses negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sebetulnya sudah mencapai titik temu. Saat ini, kedua negara hanya menunggu aspek legalitas dokumen yang akan diteken oleh pemimpin kedua negara.

"Dengan Amerika, seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting. Dan berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden (Prabowo Subianto dan Presiden (Donald) Trump," ujar Airlangga usai Rakornas Kepala Daerah, di SICC, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Meski sudah rampung dibahas, Airlangga enggan membocorkan lebih lanjut terkait tarif baru yang akan dikenakan Indonesia. Ia menegaskan ada perjanjian kerahasian non-disclosure agreement (NDA) yang harus dihormati.

"Dapatnya (angka tarif) belum. Nanti belum, karena kita masih ada non-disclosure agreement. Baru di-disclose, sudah ditandatangani," tambah Airlangga.

Tonton juga video "Trump: Ada Kabar Baik Terkait Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina"

(rea/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads