Beras SPHP Digelontorkan hingga Akhir Februari

Beras SPHP Digelontorkan hingga Akhir Februari

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 22:30 WIB
Beras SPHP Digelontorkan hingga Akhir Februari
Beras program SPHP.Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras hingga akhir Februari 2026. Langkah ini diambil demi menekan gejolak harga di tingkat konsumen seiring dengan kuatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

"SPHP beras penting untuk terus dilanjutkan. Stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini paling tinggi, jadi intervensi ke pasaran seperti ini bisa untuk menekan harga beras. Ini juga agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang baik dan wajar," jelas Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Program SPHP beras merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun 2025 yang sebelumnya dapat dijalankan di awal 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) oleh Bapanas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perpanjangan hingga akhir Februari 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Perum Bulog bersama pemangku kepentingan di daerah.

"Untuk perpanjangan sampai akhir Februari, kami mendorong Bulog di daerah-daerah untuk mengoptimalkan penjualan beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah dan kanal lainnya. Tim Satgas Saber Pelanggaran Pangan Bapanas yang sedang turun ke daerah juga kami minta untuk bantu percepatan SPHP beras," terang Maino.

ADVERTISEMENT

Realiasi Beras SPHP

Sampai 31 Januari 2026, realisasi penjualan beras SPHP tercatat mencapai 902,7 ribu ton. Angka tersebut masih merupakan bagian dari perpanjangan program SPHP beras tahun 2025.

Pemerintah berharap hingga akhir Februari 2026, Perum Bulog dapat semakin menggenjot penyaluran beras SPHP ke masyarakat, terutama menjelang dimulainya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan.

Dalam warkat Bapanas, Perum Bulog diminta untuk memaksimalkan penjualan tonase melalui berbagai kanal yang telah ditetapkan. Penyaluran beras SPHP dapat dilakukan melalui pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, outlet pangan binaan pemerintah daerah dan BUMN, koperasi pemerintah daerah, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kota, serta swalayan atau ritel modern.

Di sisi lain, program SPHP beras tahun 2026 telah memperoleh persetujuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan pada akhir Januari 2026. Meski demikian, masih diperlukan proses administrasi pemindahan ABT ke dalam anggaran Bapanas sehingga pelaksanaan SPHP beras tahun 2026 diperkirakan baru dapat dimulai pada Maret mendatang.

Adapun nilai ABT SPHP beras 2026 yang telah disetujui sebesar Rp 4,97 triliun yang ekuivalen dengan subsidi penjualan sekitar 828 ribu ton beras SPHP kepada masyarakat. Dengan dukungan tersebut, Bapanas bersama Perum Bulog diharapkan dapat menjaga kontinuitas pelaksanaan program SPHP beras tanpa jeda.

"Terkait upaya stabilisasi harga di tingkat konsumen, kami laporkan per 31 Januari 2026 realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 902.748 ton atau setara dengan 60,18% dari target tahunan," papar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

(aid/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads