Permintaan Lampu Hemat Energi Naik 60 Persen di 2009
Selasa, 25 Sep 2007 14:45 WIB
Jakarta - Permintaan lampu hemat energi diprediksi akan terus meningkat. Tahun 2009 kebutuhan lampu hemat energi (LHE) diperkirakan menjadi 160 juta unit atau 60 persen dari kebutuhan tahun tahun 2007 sebesar 100 juta unit.Hal tersebut disampaikan Dirjen Industri Alat Angkut dan Telematika Depperin, Budi Dharmadi dalam jumpa pers di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/9/2007).Namun sayang, LHE di pasar Indonesia, masih dipenuhi oleh produk impor. Di sisi lain, LHE yang diproduksi di Indonesia kandungan lokalnya masih sekitar 15 persen. Seharusnya untuk mengikuti tender pengadaan barang oleh pemerintah minimal kandungan lokalnya mencapai 40 persen."Kita akan berupaya untuk tidak menggunakan LHE impor, namun kendalanya di dalam negeri kandungan lokalnya hanya 15 persen," ujarnya.Dengan meningkatnya kebutuhan LHE di masyarakat diharapkan akan menjadikan insentif bagi produsen LHE untuk menambah kandungan lokalnya. Dengan demikian LHE itu akhirnya dapat ikut masuk dalam tender-tender pemerintah.Budi menegaskan untuk meningkatkan produksi dalam negeri, pemerintah bersama Kadin akan melakukan pameran bursa komponen atau Reverse Part Exhibition yang akan berlangsung pada 27-28 November 2007 di Hotel Bumi Karsa, Jakarta,Pameran bursa komponen ini akan memperihatkan komponen LHE yang selama ini masih diimpor, dalam rangka mencari produsen yang bisa membuat komponen dalam negeri.Pemerintah dan Kadin terus berupaya agar industri komponen dalam negeri memiliki peran penting dalam global manufacturing maupun jaringan suplai dunia.Pameran ini juga merupakan tindak lanjut program pengembangan kapasitas kerja sama teknis untuk mensukseskan MIDEC (Manufacture Industry Development Center) yang telah disepakati dalam Indonesia dan Japang dalam Economic Partnership Agreements (IJ-EPA).
(ddn/ir)











































