Raksasa Peti Kemas PHK 1.000 Karyawan

Raksasa Peti Kemas PHK 1.000 Karyawan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 07 Feb 2026 10:00 WIB
Raksasa Peti Kemas PHK 1.000 Karyawan
Maersk/Foto: Pool
Jakarta -

Industri pelayaran global memasuki fase pengetatan. Di tengah tekanan tarif angkutan laut dan kelebihan kapasitas kapal, Maersk memutuskan memangkas ribuan posisi sebagai bagian dari langkah efisiensi besar-besaran.

Mengutip Riviera, Jumat (6/2/2026), perusahaan pelayaran dan logistik asal Denmark itu mengumumkan akan menutup sekitar 15% dari total posisi korporasi, atau setara kurang lebih 1.000 karyawan, dari sekitar 6.000 posisi kantor pusat. Langkah ini dibarengi pemangkasan biaya overhead perusahaan hingga US$ 180 juta. Proses pemberitahuan dan konsultasi dengan karyawan terkait PHK sudah dimulai.

Keputusan tersebut diambil meski secara keseluruhan kinerja keuangan Maersk sepanjang 2025 masih tergolong kuat. Pendapatan perusahaan mencapai US$ 54 miliar, dengan EBITDA US$ 9,5 miliar dan laba operasional US$ 3,5 miliar. Namun, tekanan di bisnis angkutan laut membuat perusahaan memilih fokus menjaga efisiensi ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di segmen Ocean atau angkutan laut, volume pengiriman memang tumbuh, termasuk melonjak 8% pada kuartal IV 2025. Namun, tarif angkutan yang terus turun akibat kelebihan pasokan kapal membuat segmen ini justru mencatat rugi US$ 153 juta pada periode tersebut, berbalik dari laba US$ 567 juta di kuartal sebelumnya.

Maersk menilai kondisi ini mencerminkan tantangan struktural di industri pelayaran global, mulai dari oversupply kapal hingga ketidakpastian jalur perdagangan internasional. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan volume kontainer global pada 2026 hanya di kisaran 2-4%, dengan persaingan yang masih ketat.

ADVERTISEMENT

Ke depan, selain PHK dan penghematan biaya, Maersk juga menyiapkan program pembelian kembali saham senilai US$ 1 miliar dalam 12 bulan ke depan. Strategi ini diharapkan bisa menjaga kinerja perusahaan di tengah fase pengetatan industri pelayaran dunia.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads