Ekspor Nonmigas Tahun 2007 RI Diprediksi Lebih Rendah
Kamis, 27 Sep 2007 13:01 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekspor nonmigas tahun 2007 akan tumbuh 16 persen. Namun angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekspor nonmigas tahun 2006 sebesar 20,7 persen."Namun lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 13 persen," ujar Direktur Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter BI Triyono Widodo dalam konfrensi pers mengenai Laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II-2007, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta (27/9/2007).Triyono menambahkan bahwa penurunan tersebut terkait dengan kondisi eksternal yang relatif melambat sepanjang 2007. Jika ekspor non migas kalah dibanding tahun lalu, tidak halnya dengan impor nonmigas. BI memprediksi nilai impor nonmigas tumbuh sekitar 17 persen di 2007 jauh lebih tinggi dari 2006 yang tumbuh 8 persen. "Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan domestik," tambahnya.Meskipun ekspor non migas tidak lebih bagus dari prestasi tahun lalu, kinerja ekspor RI masih kuat. Hal ini membuat prospek transaksi berjalan sepanjang tahun 2007 diperkirakan mengalami surplus sebesar USD 10,8 miliar atau 2,5 persen dari PDB, jumlah ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 9,9 miliar. Selain karena kinerja ekspor, faktor lain yang menopang surplus adalah pertumbuhan ekonomi dunia dan harga-harga komoditas ekspor yang lebih baik dari perkiraan semula.
(dnl/ddn)










































