Dolar Lesu, Harga Minyak Melaju
Kamis, 27 Sep 2007 13:53 WIB
Singapura - Makin lesunya dolar AS memicu naiknya kembali harga minyak mentah dunia. Para pialang juga mulai bersiap-siap menyambut kedatangan badai tropis baru.Pada perdagangan Kamis (27/9/2007) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman November melonjak hingga 90 sen ke level US$ 81,20 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman November naik 60 sen manjadi US$ 78,03 per barel.Salah satu pemicu naiknya kembali harga minyak adalah terus terperosoknya posisi dolar AS terutama atas euro hingga ke level terendahnya. Hal itu menyebabkan para investor asing mendapatkan investasi yang murah pada komoditas berdenominasi dolar, termasuk minyak mentah.Harga minyak sebenarnya sempat turun pada perdagangan di AS kemarin, setelah keluarnya data cadangan minyak AS yang cukup mengejutkan. Namun terbentuknya kembali badai tropis di Teluk Meksiko membuat para pialang kembali gugup."Pasar minyak juga memonitor perkembangan cuaca, termasuk badai di Atlantik dan juga kemuraman di Teluk Meksiko," ujar analis dari Commonwealth Bank of Australia seperti dikutip dari AFP.Para pialang lagi-lagi mencemaskan terbentuknya badai tropis baru itu akan mengganggu pusat produksi minyak utama AS. Kekhawatiran itu mengalahkan berita positif dari Departemen Energi AS yang menyatakan bahwa cadangan minyak mentah naik 1,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 21 September.
(qom/ir)











































