Proyek Listrik 10.000 MW Tahap Pertama Diteken

Proyek Listrik 10.000 MW Tahap Pertama Diteken

- detikFinance
Kamis, 27 Sep 2007 14:36 WIB
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menandatangani kontrak pembangunan transmisi proyek 10.000 MW tahap pertama senilai Rp 914 miliar. Dana sebesar Rp 705 miliar berasal dari APBN, dan Rp 209 miliar sisanya berasal dari anggaran PLN. Penandatanganan dilakukan antara GM Pikriting Jawa Bali Nusa Tenggara PLN dengan kontraktor di gedung PLN Pusat, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (27/9/2007). "Nilai kontraknya sekitar Rp 900 miliar yang berasal dari anggaran PLN dan APBN multi years," kata Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel dalam sambutannya. Jaringan transmisi yang akan dibangun merupakan pelengkap lima PLTU 10.000 MW yang telah dimulai pembangunannya. Transmisi-transmisi tersebut untuk pembangkit: PLTU Suralaya Baru, Jawa Barat. Kontraktornya PT Modaco Enersys lama pembangunan 15 bulan. Dengan nilai Rp 18,8 miliar. PLTU 3 Jatim Tanjung Awar-awar senilai Rp 79,5 miliar. Kontraktornya PT Modern Surya Jaya, dengan lama pengerjaan maksimal 18 bulan. PLTU 2 Jabar Pelabuhan Ratu Rp 216,9 miliar. Kontraktornya PT Tehate Putra Tunggal dengan lama pengerjaan 18 bulan. PLTU Rembang Jateng senilai Rp 141,2 miliar yang dibangun konsorsium PT Citicon Adhinugaraha-PT Kencana Alam Putra. PLTU Indramayu senilai Rp 247,8 miliar yang dikerjakan konsorsium PT Meta Epsi-Dalima Raya, dengan masa pengerjaan maksimal 18 bulan. Selain untuk transmisi 10.000MW, juga ditandatangani pembangunan transmisi dari Surabaya ke Madura melalui Jembatan Suramadu. Dengan dana Rp 209,8 miliar, pengerjaan dilakukan PT Centra Multi Elektrindo dan diharapkan bisa selesai akhir 2008 209,8 miliar. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads