Garuda Tambah Kursi Lebaran
Kamis, 27 Sep 2007 14:56 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia kembali menambah kapasitas kursi sebanyak 13.604 kursi untuk mengantisipasi terus meningkatnya permintaan mudik lebaran tahun 2007.Sebelumnya, Garuda telah melakukan penambahan sebanyak 28.839 kursi. Dengan adanya penambahan ini maka total tambahan kapasitas yang disiapkan Garuda menghadapi Lebaran 2007 menjadi 42.443 kursi.Penambahan kursi Garuda itu untuk periode 9-21 Oktober 2007 (periode H-4 dan H+7), dan dilakukan melalui dua cara. Pertama, mengoperasikan jenis armada yang lebih besar. Misalnya pesawat B-737-400 berkapasitas 134 kursi diganti dengan pesawat A-330 yang memiliki 293 kursi dan lain-lain. Kedua, menambah frekuensi penerbangan. Sebagai contoh rute Jakarta-Yogyakarta, yang pada hari biasa dilayani 7 kali per hari, maka selama periode 9-21 Oktober 2007 ditambah 10 kali dan lain-lain.Penambahan lagi kapasitas sebanyak 13.604 kursi tersebut dilaksanakan Garuda pada 11 rute penerbangan (8 rute domestik dan 3 rute internasional), yaitu rute Jakarta- Batam (pp) 220 kursi, Jakarta- Yogyakarta (pp) 1.024 kursi, Jakarta- Medan (pp) 930 kursi, Jakarta- Padang (pp) 460 kursi, Jakarta- Solo (pp) 1.636 kursi, Jakarta- Semarang (pp) 268 kursi, Jakarta- Denpasar (pp) 5.178 kursi, Jakarta- Surabaya (pp) 586 kursi, Jakarta- Kuala Lumpur (pp) 268 kursi, Jakarta- Singapura (pp) 2.760 kursi dan Jakarta- Denpasar- Perth (pp) 274 kursi. "Sedangkan pada rute penerbangan lainnya, prediksi lonjakan arus penumpang yang terjadi, masih mampu dilayani oleh penerbangan reguler Garuda," ujar Pujobroto, Kepala Komunikasi Garuda dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (27/9/2007).Untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang tersebut, Garuda juga membentuk "Tim Pelaksana & Pemantau Pelayanan Penumpang" (TP-4), yang anggotanya berasal dari berbagai unit perusahaan, khususnya yang terkait dengan kegiatan operasional penerbangan Garuda. Tugas TP4 antara lain menjaga kelancaran operasional penerbangan Garuda, termasuk kenyamanan penumpang dan menyelesaikan secara on the spot terhadap permasalahan yang dihadapi, khususnya menyangkut kelancaran operasional penerbangan dan kenyamanan penumpang.
(qom/ir)











































