Presiden Prabowo Subianto ingin industri tekstil dalam negeri bangkit lagi. Rencana pembentukan BUMN tekstil pun muncul sebagai bagian untuk mendorong industri tekstil.
Soal pembentukan BUMN tekstil, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bilang sampai saat ini masih diproses. Khususnya untuk menentukan apakah pemerintah membentuk BUMN baru atau menggunakan BUMN-BUMN yang sudah ada.
"Masih dalam proses. Nanti kita lihat," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/206) kemarin.
Yang jelas, pemerintah juga sedang menyiapkan pendanaan terlebih dahulu untuk restrukturisasi permesinan tekstil dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bicara dulu penyediaan pendanaan untuk restrukturisasi mesin," ujar Airlangga.
Pemerintah tengah menyusun kembali peta jalan untuk membangun sektor tekstil di tengah kemerosotan industri di Indonesia. Dalam peta jalan tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan ekspor produk tekstil hingga US$ 40 miliar dalam 10 tahun. Pembentukan BUMN baru yang khusus mengelola tekstil jadi salah satu rencana.
Agar bisa optimal beroperasi, BUMN ini akan disuntik modal awal US$ 6 miliar atau Rp 100,2 triliun (kurs Rp 16.700) oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Lihat juga Video: Produsen Serat dan Filamen RI Gantungkan Harapan Ke Purbaya Soal Serangan Impor Garmen











































