Transaksi Perdagangan RI - Cina Naik 39,5%
Kamis, 27 Sep 2007 17:49 WIB
Jakarta - Pertumbuhan perdagangan RI dan Cina mengalami peningkatan pesat. Selama periode Januari-Juli 2007 perdagangan kedua negara tercatat US$ 14,1 miliar atau naik 39,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.Dengan demikian target 2008 dengan total perdagangan dua negara sebesar US$ 20 miliar diprediksi bakal mudah dicapai.Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam siaran pers hasil kunjungan delegasi Indonesia pada pertemuan Komisi bersama ke-IX di Shanghai, Cina, Kamis (27/9/2007). Delegasi Cina dipimpin Menteri Perdagangan Bo Xilai."Indonesia sangat gembira melihat data perkembangan dua negara yang sangat pesat sehingga target 2010 perdagangan kedua negara US$ 30 miliar ini akan tercapai," kata Mari.Dibidang investasi kedua belah pihak menyambut baik partisipsai RRT dalam program pembangkit listrik 10.000 MW."Bukan saja dibidang perdagangan investasi tapi juga dibidang pariwisata yang terdapat pertumbuhan sebesar 25 persen kunjungan turis RRT ke Indonesia terutama pada saat Chiness Golden Week," tutur Mari.Pemerintah Indonesia juga meminta RRT membuka pasarnya atas impor buah-buahan asal Indonesia. Hal ini akan menjadi tanda positif terhadap hubungan kedua negara.Mari berharap sistem HS (nomor impor) RRT dapat mengakomodasi perluasan impor buah-buahan karena pengusaha Indonesia siap mengekspor buah tropis ke RRT.Sedangkan BO Xilai mengatakan, saat ini pihak bea cukai RRT tengah mengadakan kajian terhadap nomor HS buah-buahan tropis asal Indonesia.
(ir/qom)











































