Gojek melakukan pemblokiran permanen terhadap salah satu pengguna layanan Gojek. Pemblokiran tersebut dilakukan menyusul viralnya tindak asusila yang dilakukan penumpang di dalam taksi online (taksol) layanan GoCar.
Head of Corporate Affairs Gojek, Rosel Lavina, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi terkait laporan tersebut. Berdasarkan hasil tersebut, penumpang terbukti melakukan pelanggaran.
"Berdasarkan investigasi tersebut terbukti penumpang melakukan pelanggaran. Akun penumpang tersebut telah kami lakukan suspend/pemblokiran permanen," ungkap Rosel dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, sanksi tegas dilakukan untuk memastikan ekosistem layanan Gojek aman dan terbebas dari tindak asusila. Rosel juga mengimbau mitra taksol untuk melapor jika ditemukan pelanggaran yang dilakukan penumpang melalui halaman bantuan di aplikasi Gojek Driver.
"Pada situasi darurat, mitra driver maupun pelanggan dapat menggunakan tombol darurat di aplikasi yang terhubung langsung dengan Unit Darurat/Satgas Gojek yang siap merespon 24 jam untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Rosel berkomitmen ekosistem Gojek aman bagi pelanggan maupun mitra pengemudi. Langkah ini tercermin dari sanksi tegas yang diberikan kepada pelaku pelanggaran.
"Gojek berkomitmen menghadirkan ekosistem yang aman untuk pelanggan mau pun mitra driver," pungkasnya.
(acd/acd)










































