Sistem Pengadaan Barang Didanai Hibah USAID US$ 5 Juta

Sistem Pengadaan Barang Didanai Hibah USAID US$ 5 Juta

- detikFinance
Jumat, 28 Sep 2007 16:35 WIB
Jakarta - United States Agency for International Development (USAID) memberikan hibah US$ 5 juta bagi penerapan sistem e-GP (electronic government procurement) di 4 provinsi.Hibah itu ditujukan untuk keperluan peralatan, konsultan, perbaikan software serta sosialisasi dan pelatihan dalam penerapannya kepada para calon peserta lelang pengadaan barang dan jasa di daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Barang dan Jasa Publik Bappenas Agus Rahardjo dalam jumpa pers acara penandatanganan Mou e-GP antara Bappenas dengan 4 Pemda di Kantor Bappenas, Jalan Taman Surapati, Menteng, Jakarta, Jumat (28/9/2007). "Jadi dana tersebut bukan utang dan peruntukkannya bukan hanya untuk penyediaan alat saja, tetapi juga untuk sosialisasi dan pelatihan, jadi ini juga sebenarnya menambah sistem yang lama yang sudah dikembangkan oleh pemerintah," tuturnya. Agus mengatakan bahwa dana sebesar US$ 5 juta tersebut akan dibagi kepada 4 provinsi. "Tapi dananya tetap dipegang oleh USAID dan kita mengajukan anggarannya hingga batas US$ 5 juta, jadi pemerintah tidak memegang dana tersebut," ujarnya. Agus mengakui bahwa memang provinsi DKI Jakarta sebagai daerah yang dana pengadaan barang/jasanya cukup besar dalam APBD tidak bersedia ikut dalam program e-GP ini. "DKI mau berinisiatif menggunakan sistem mereka sendiri, tapi biar bagaimanapun kalau Perpres mengenai penerapan e-GP ini sudah keluar akhir tahun ini atau awal tahun depan, mau tidak mau DKI Jakarta harus ikut serta dalam penerapan e-GP ini, karena tujuan kita adalah transparansi dalam tender pengadaan barang/jasa," jelasnya. (dnl/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads