Separuh Pegawai di RI Bekerja Tak Sesuai Kemampuan

Separuh Pegawai di RI Bekerja Tak Sesuai Kemampuan

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 16 Feb 2026 16:00 WIB
Two Asian businesswomen shake hands after a successful meeting
Ilustrasi pekerja - Foto: Getty Images/hxyume
Jakarta -

Tim ekonom Bank Mandiri melalui Mandiri Institute menilai pasar tenaga kerja Indonesia berhasil mengalami perbaikan. Hal ini tercermin dari menurunnya tingkat pengangguran dan berkurangnya proporsi pekerja informal.

Untuk menjaga momentum tersebut, penguatan link and match antara pendidikan dan kebutuhan industri dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan kualitas pertumbuhan tenaga kerja. Tren perbaikan pasar tenaga kerja perlu diakselerasi melalui penguatan keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri guna mendorong produktivitas yang lebih tinggi.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia terus menurun menjadi 4,85% pada Agustus 2025, atau turun 6 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proporsi pekerja informal juga menurun menjadi 57,8% pada 2025 dari 58% pada 2024, mencerminkan perbaikan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas struktur ketenagakerjaan pascapandemi.

Dalam kajian Mandiri Institute, di tengah perbaikan tersebut, struktur pasar tenaga kerja masih memiliki ruang penguatan dalam aspek kesesuaian antara tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data, ketidaksesuaian terjadi ketika pekerja memiliki pendidikan lebih tinggi (overeducated) atau lebih rendah (undereducated/unqualified) dibanding kebutuhan jabatan, yang berpotensi menahan optimalisasi produktivitas dan pertumbuhan upah.

"Penurunan TPT dan berkurangnya proporsi pekerja informal menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja kita bergerak ke arah yang lebih sehat dan resilien. Namun, untuk memastikan perbaikan ini berkelanjutan, kualitas penciptaan kerja harus semakin ditopang oleh kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan sektor usaha," ujar Asmo dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

Sementara itu, merujuk analisis menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS), satu dari dua pekerja di Indonesia mengalami vertical mismatch. Pada 2025, tingkat vertical mismatch tercatat sebesar 50%, membaik dari 51% pada 2023.

Mismatch terutama bersumber dari kelompok undereducated/unqualified yang mencapai 32% dari total pekerja, sejalan dengan komposisi angkatan kerja berpendidikan setara SD atau lebih rendah yang masih sekitar 33%.

Secara sektoral, mismatch tertinggi tercatat pada sektor pengadaan air dan pertanian. Pada sektor pengadaan air, ketidaksesuaian didominasi oleh pekerja overeducated, sedangkan di sektor pertanian dipicu dominasi pekerja undereducated yang mencerminkan kebutuhan peningkatan kualitas keterampilan.

Sementara itu, sektor administrasi pemerintahan dan jasa keuangan memiliki proporsi overeducated workers yang relatif lebih besar, dipengaruhi daya tarik stabilitas serta insentif sektor formal. Temuan ini memperkuat urgensi penguatan ekosistem penempatan tenaga kerja agar kompetensi lulusan dapat terserap secara lebih optimal.

Asmo menegaskan, kebijakan ketenagakerjaan perlu bergerak ke arah kualitas penciptaan lapangan kerja melalui sinergi yang terintegrasi antara pendidikan, industri, dan pemerintah.

"Penguatan link and match, perluasan program upskilling dan reskilling berbasis kebutuhan sektor, serta penajaman intervensi pada wilayah prioritas akan membentuk keunggulan berkelanjutan dalam struktur pasar tenaga kerja nasional," imbuh Asmo.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri secara aktif mendukung penguatan pasar tenaga kerja melalui berbagai program pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui partisipasi aktif dalam Program Magang Nasional yang diinisiasi pemerintah, sebagai wadah pembelajaran terstruktur bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Selain itu, Bank Mandiri terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen ini dijalankan melalui berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta memperkuat kesiapan talenta masa depan yang selaras dengan kebutuhan industri.

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads