Jelang Lebaran, Pasar Baju Seken Masih Dinomorduakan

Jelang Lebaran, Pasar Baju Seken Masih Dinomorduakan

- detikFinance
Sabtu, 29 Sep 2007 14:46 WIB
Jakarta - Dua minggu menjelang lebaran pasar baju seken (bekas) di Pasar Senen Jakarta Pusat masih sepi. Pasar baju seken belum menjadi tujuan utama belanja karena konsumennya yang berasal dari kelas menengah bawah lebih mementingkan belanja sembako. Kondisi pasar baju seken yang sepi ini menurut para penjual telah berlangsung sejak beberapa minggu sebelum puasa seiring kenaikan sembako."Menjelang lebaran sepi banget mungkin terpengaruh harga-harga sembako, orang gimana mau mikirin baju karena harga sembako naik," kata Ginting, salah satu penjualan baju bekas di Pasar Senen dalam perbincangannya dengan detikFinance, Sabtu (29/9/2007). Menurut Ginting (33), pasar baju seken di Pasar Senen konsumennya lebih banyak ekonomi menengah ke bawah. Walaupun ada juga yang berasal dari kalangan menengah atas yang membeli untuk dijual kembali.Selama sebulan terakhir, Ginting mengaku, omset hariannya anjlok sampai 75 persen. Jika sebelumnya dalam satu hari, Ginting bisa mendapat omset rata-rata Rp 1 juta dengan menjual 30-40 potong baju, kini dirinya hanya bisa menjual sekitar Rp 300 ribu.Hal yang sama juga dikatakan oleh penjual gorden dan seprei seken Alex. Alex mengaku selain faktor naiknya harga sembako, turunnya harga penjualan juga karena banyak konsumen belum tahu lokasi pasar baju seken yang dipindah dari lantai dasar ke lantai 3 di Pasar Senen."Mungkin jadi belum banyak yang tahu," katanya.Pedagang mengaku kualitas baju yang dijualnya masih sangat baik. "Kualitas dijamin 80-90 persen," kata Ginting.Baju seken ini kebanyakan didatangkan dari Korea dan Jepang. Untuk seprei dan gorden mayoritas dari Singapura.Harga baju seken dijual Rp 5.000 sampai Rp 35.000 per potong. Celana Rp 5.000 sampai paling mahal Rp 100 ribu per potong. Untuk gordin rata-rata Rp 30 ribu per potong. Barang yang dijual di pasar seken antara lain baju, celana, jeans, jaket, sepatu, bed cover, seprei, gordin."Biarpun murah dan barang seken tapi karena buatan luar kualitasnya masih sangat bagus," kata Ginting.Pedagang berharap seminggu menjelang lebaran, kondisi pasar bisa ramai lagi. Salah satu pembeli, Ibu Ani, mengaku lebih memilih belanja di Pasar Senen karena bebas memilih baju yang bagus dan harganya lebih murah."Bajunya kelihatan baru seperti di toko," kata Ibu Ani yang membeli 2 potong baju anak kecil seharga Rp 5.000-an. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads