Harga Emas Dunia Melorot Lebih dari 2%

Harga Emas Dunia Melorot Lebih dari 2%

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 17 Feb 2026 16:30 WIB
Harga Emas Hari Ini di Semarang 13 November 2025 Terus Menguat, Cek Detailnya!
Ilustrasi/Foto: Sergei Starostin/Pexels
Jakarta -

Harga emas dunia melorot lebih dari 2% di perdagangan Selasa (17/2/2026). Pelemahan harga emas terjadi seiring meredanya konflik geopolitik dan penguatan indeks dolar (DXY) Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, harga emas dunia di level spot turun 1,9% menjadi US$ 4.898,53 per troy ons pada pukul 06.22 GMT. Adapun sebelumnya, harga emas spot turun ke level terendah dalam sepekan terakhir di level US$ 4.862 per troy ons.

Kemudian untuk kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April melemah lebih dalam sebesar 2,6% ke level US$ 4.917,70 per ons. Pelemahan ini terjadi imbas menipisnya likuiditas karena rendahnya transaksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Likuiditas yang tipis akibat liburan dalam 24 jam terakhir, terutama di China dan Asia, tetapi juga tentunya di Amerika Serikat, berarti kita kekurangan penawaran di pasar," kata analis senior Capital.com, Kyle Rodda, dikutip dari Reuters, Selasa (17/2/2026).

Kemudian untuk pasar saham Tiongkok daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan tutup menyusul Tahun Baru Imlek. Sementara pasar saham AS pada hari Senin ditutup untuk memperingati Hari Presiden.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan hal tersebut, indeks dolar AS tercatat menguat 0,2% terhadap sejumlah mata uang. Hal ini memicu kenaikan harga emas dalam mata uang Paman Sam tersebut.

Berdasarkan risalah rapat Federal Reserve (the Fed) bulan Januari yang akan dirilis beberapa waktu ke delan, dinilai akan memberi petunjuk kepada investor tentang kebijakan moneter. FedWatch Tool dari CME memperkirakan, pemangkasan suku bunga the Fes masih optimis dilakukan pada bulan Juni mendatang.

"Sekarang akan menarik untuk melihat apa yang dikatakan risalah FOMC ini, dalam artian bahwa pasar menginginkan lebih banyak penurunan suku bunga sekarang daripada yang dikatakan The Fed akan dilakukan," kata kepala makro global Tastylive, Ilya Spivak.

Namun begitu, imbal hasil emas bayangan disebut tidak begitu menguntungkan jika suku bunga the Fed berada di level yang rendah. Sementara dari sentimen geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengaku tidak akan terlibat langsung dalam pertemuan bersama Iran di Jenewa, besok.

Perwakilan Ukraina dan Rusia juga dikabarkan akan bertemu di Jenewa pekan ini untuk diskusi perdamaian yang dimediasi AS. Meski begitu, harga emas diprediksi masih berpotensi naik.

"Puncak harga terdekat (emas) berada di sekitar US$ 5.120, tetapi target sebenarnya berikutnya adalah kembali ke level tertinggi di sekitar US$ 5.600, dan kemudian tentu saja, kita akan menuju rekor tertinggi," kata Spivak.

(eds/eds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads